Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun identitas kelompok melalui fenomena Fun Walk Swifties di Indonesia Wandika, Ananda Putri; Barus, Sarah Febina br; Meilinda, Sofie
Comdent: Communication Student Journal Vol 2, No 2 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v2i2.59826

Abstract

Latar belakang: Fun walk merupakan salah satu bentuk dari participatory culture yang dilakukan oleh komunitas Swifties Indonesia dalam rangka merayakan perilisan album Taylor Swift dan telah ada semenjak tahun 2019. Fenomena fun walk terbilang unik karena hanya dilakukan di Indonesia. Kegiatan ini menggabungkan kegiatan olahraga dalam bentuk car free day, promosi musik, dan pengalaman kolektif, menjadikannya lebih dari sekadar aktivitas penggemar biasa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi dan makna dari kegiatan fun walk dalam konteks budaya partisipatif dan komunikasi simbolik bagi para peserta (Swifties) yang terlibat dalam kegiatan fun walk. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan data yang berasal dari konten-konten terkait kegiatan fun walk pada akun @swiftiesindonesia_ di TikTok dan wawancara kepada Swifties yang pernah mengikuti kegiatan fun walk. Adapun Narasumber dipilih dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil: Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa fun walk tidak hanya memperkuat solidaritas antar anggota komunitas, tetapi juga menjadi sarana untuk mempromosikan karya Taylor Swift. Selain itu, pertukaran friendship bracelet menjadi elemen simbolis yang mempererat hubungan emosional antara partisipan. Media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, memainkan peran penting dalam menyebarluaskan informasi dan memperluas jangkauan kegiatan ini, hingga menarik perhatian komunitas internasional. Kegiatan fun walk di Indonesia mencerminkan dinamika budaya penggemar modern, di mana penggemar tidak hanya sebagai konsumen pasif, tetapi juga aktif dalam menciptakan dan mendistribusikan makna budaya. Tradisi ini juga menegaskan peran komunitas Swifties Indonesia sebagai pelopor dari praktik budaya, yaitu fun walk yang kini telah diakui secara global.