Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Startegi Optimalisasi Operasional Dan Interaksi Pelanggan Dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Kuliner: Studi Kasus Rumah Makan Disekitaran Kampus UNSRAT Felygio A. R Tumiwa; Fernando J Thadius; Jeremy C. A Pongdatu; Risky A Imbat; Ade Yusupa
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i2.48803

Abstract

dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat serta menciptakan lapangan kerja. Meski demikian, para pelaku usaha sering kali menghadapi berbagai tantangan seperti persaingan yang ketat, manajemen operasional yang belum optimal, serta keterbatasan dalam strategi pemasaran. Untuk menjawab tantangan tersebut, sebuah program pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan daya saing usaha melalui penerapan strategi pemasaran digital, efisiensi operasional, pengelolaan keuangan yang lebih tertata, serta pemanfaatan metode pembayaran non-tunai berbasis QRIS dan pembuatan media promosi yang menarik. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian tahapan, mulai dari identifikasi permasalahan, perencanaan solusi, pelaksanaan program, hingga monitoring dan evaluasi. Pendekatan yang digunakan meliputi wawancara dengan pemilik usaha, pendampingan dalam penerapan strategi digital marketing, pembuatan media promosi seperti banner dan konten media sosial, serta penerapan sistem pembayaran QRIS. Selain itu, juga dilakukan optimalisasi operasional dan pelatihan pencatatan keuangan yang lebih sistematis. Seluruh kegiatan ini melibatkan langsung satu pemilik usaha yang aktif dalam seluruh proses. Hasil dari program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pemilik usaha terhadap pemasaran digital, yang kemudian mulai memanfaatkan media sosial dan promosi fisik untuk menarik pelanggan. Efisiensi operasional juga meningkat, misalnya melalui perencanaan pembelian bahan baku yang lebih terorganisir dan penggunaan sistem identifikasi peralatan makan untuk menghindari tertukarnya peralatan dengan milik rumah makan lain. Penerapan pembayaran non-tunai QRIS tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga menjadi daya tarik bagi pelanggan. Di sisi lain, manajemen keuangan usaha menjadi lebih rapi berkat pencatatan arus kas yang lebih sistematis. Keseluruhan kegiatan ini menunjukkan bahwa dukungan dari kalangan akademisi sangat penting dalam membantu pelaku usaha mikro kuliner meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan bisnis mereka melalui pendekatan yang praktis dan aplikatif.