Syamsuridhawati, Syamsuridhawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Pembelajaran Dalam Mata Pelajaran Sejarah Pada Kurikulum Merdeka Syamsuridhawati, Syamsuridhawati; Bahri, Bahri
Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Vol 4 No 2 (2025): JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupenji.Vol4.Iss2.1388

Abstract

Mata pelajaran sejarah dalam Kurikulum Merdeka menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, interaktif, dan berbasis pemahaman kritis. Kurikulum ini menekankan asesmen formatif, pembelajaran berbasis projek, serta evaluasi yang lebih variatif guna meningkatkan keterampilan berpikir analitis dan reflektif siswa terhadap sejarah. Guru sejarah memiliki peran penting dalam menerapkan metode pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pada analisis sumber sejarah dan diskusi kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan, di berbagai sumber akademik, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan, dianalisis untuk memahami implementasi mata pelajaran sejarah dalam Kurikulum Merdeka. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya pedoman yang jelas, keterbatasan sumber daya, serta minimnya pelatihan bagi guru masih menjadi tantangan utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Meskipun demikian, kurikulum ini memberikan peluang bagi guru untuk menyesuaikan strategi pengajaran sesuai dengan kebutuhan siswa, terutama melalui asesmen awal, refleksi pembelajaran, serta pendekatan berbasis projek dan portofolio. Agar implementasi pembelajaran sejarah dalam Kurikulum Merdeka dapat berjalan optimal, diperlukan penguatan kapasitas guru, pengembangan standar asesmen yang lebih jelas, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Dengan demikian, pembelajaran sejarah tidak hanya menjadi transfer pengetahuan faktual, tetapi juga membentuk pemikiran kritis dan pemahaman kontekstual yang lebih mendalam bagi siswa.
Utilization of Historical Heritage of Matano Village as a Learning Medium for History Education for Students in East Luwu Syamsuridhawati, Syamsuridhawati; Jumadi, Jumadi; Najamuddin, Najamuddin
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v10i1.33905

Abstract

History education occupies a pivotal role not only in transmitting knowledge of the past but also in cultivating students’ cultural consciousness and identity formation. Matano Village in East Luwu Regency, South Sulawesi, constitutes a region endowed with substantial historical heritage, including the Rahampu’u Site, the submerged archaeological remains of Lake Matano, the Makole Tomb, and ancient fortifications. This study seeks to examine the utilization of historical heritage in Matano Village as an instructional medium for history education among students in East Luwu. The research adopted a descriptive qualitative design, with data gathered through systematic field observation, in-depth interviews with educators and local community figures, and comprehensive literature analysis. The findings indicate that the historical heritage of Matano Village possesses significant potential as a contextualized learning resource capable of enhancing students’ learning motivation, conceptual comprehension, and higher-order thinking skills. The Rahampu’u Site offers critical insights into early community life and the advancement of metallurgical industries, while Lake Matano and its submerged remains elucidate the dynamic interaction between past societies, environmental conditions, and technological development. The Makole Tomb and ancient fortifications function as pedagogical instruments for understanding social stratification, leadership systems, and indigenous defense mechanisms. The integration of this historical heritage into instructional practice is congruent with inquiry-based learning paradigms and the Merdeka Curriculum framework, thereby facilitating active, contextual, and applied learning experiences. This study is anticipated to contribute as an academic reference for the advancement of local history education and for reinforcing cultural values alongside the development of geopark-oriented tourism initiatives.