Mohammad Haidar Wahda Gustam
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Laporan Keberlanjutan sebagai Alat Legitimasi: Studi Kasus PT ANTAM dengan Pendekatan Kualitatif Mohammad Haidar Wahda Gustam; Minto Yuwono
Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi (JIMEA) Vol. 2 No. 4 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jimea.v2i4.4846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) memanfaatkan laporan keberlanjutan tahun 2024 sebagai instrumen strategis untuk memperoleh legitimasi dari berbagai pemangku kepentingan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus tunggal, penelitian ini mendalami struktur narasi, strategi simbolik, serta integrasi standar global dalam laporan keberlanjutan ANTAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ANTAM mengonstruksi legitimasi secara multidimensional, mencakup legitimasi normatif melalui pelaporan kinerja lingkungan dan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), legitimasi pragmatis melalui program pemberdayaan masyarakat dan kontribusi ekonomi lokal, serta legitimasi kognitif melalui adopsi standar internasional seperti GRI dan ISO 26000. Penemuan ini menunjukkan bahwa laporan keberlanjutan tidak sekadar menjadi kewajiban pelaporan non-keuangan, tetapi juga berfungsi sebagai medium komunikasi strategis untuk membangun kepercayaan publik dan kredibilitas institusional. Dibandingkan dengan studi terdahulu, strategi ANTAM lebih terstruktur dan proaktif, menandakan pergeseran dari respons reaktif terhadap tekanan eksternal menuju pengelolaan legitimasi yang terencana. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori legitimasi dan stakeholder dalam konteks negara berkembang serta menawarkan panduan praktis dalam menilai kualitas pelaporan keberlanjutan. Meskipun begitu, tantangan terkait pengukuran dampak jangka panjang dan verifikasi independen masih menjadi agenda perbaikan di masa depan.