Ahmad faruk
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Learning English as a Strategic Tool for Emerging Content Creators in the Digital Era Af’ida ulil maghfiroh; Ahmad faruk
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 1 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i1.6724

Abstract

This study explores how English language skills are used as a strategic tool by beginner content creators in the digital era, particularly in the Banyuwangi region. Using a qualitative approach and case study design, the research involved ten content creators from platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results show that although most participants have basic to intermediate English proficiency, they still use English for writing captions, video descriptions, and engaging with global audiences. The main challenges they face include limited vocabulary, grammatical difficulties, and low self-confidence. Despite these barriers, they show strong motivation to learn and express the need for more relevant and practical English training. This study contributes by providing a clearer picture of how English proficiency can support the professional growth of local content creators and act as a bridge to wider global opportunities. It also highlights the importance of contextual and need-based English education that aligns with the realities of the digital content industry.
Learning English as a Strategic Tool for Emerging Content Creators in the Digital Era Af’ida ulil maghfiroh; Ahmad faruk
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 1 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i1.6724

Abstract

This study explores how English language skills are used as a strategic tool by beginner content creators in the digital era, particularly in the Banyuwangi region. Using a qualitative approach and case study design, the research involved ten content creators from platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results show that although most participants have basic to intermediate English proficiency, they still use English for writing captions, video descriptions, and engaging with global audiences. The main challenges they face include limited vocabulary, grammatical difficulties, and low self-confidence. Despite these barriers, they show strong motivation to learn and express the need for more relevant and practical English training. This study contributes by providing a clearer picture of how English proficiency can support the professional growth of local content creators and act as a bridge to wider global opportunities. It also highlights the importance of contextual and need-based English education that aligns with the realities of the digital content industry.
REFLEKSI FILSAFAT ANTROPOLOGI METAFISIK TERHADAP TEMUAN RICKLEFS Ahmad Faruk
JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia Vol 2 No 1 (2024): JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusan.v2i1.9472

Abstract

Abstrak: Tulisan ini dilatarbelakangi oleh temuan-temuan Ricklefs tentang sejarah Islamisasi Jawa yang karenanya mempakan objek materialnya, yaitu manusia Jawa sejauh ditemukan oleh penelitian Ricklefs. Temuan tersebut akan dijadikan objek formal bagi penelitian kefilsafatan ini, yaitu: bagaimanakah gambaran manusia Jawa dalam sejarah Islamisasi manusia Jawa dan bagaimanakah refleksi filsafat manusia (antropologi metafisik) terhadap temuan tersebut? Dengan pendekatan filsafat antropologi metafisik, tulisan ini menemukan bahwa [I] deskripsi tentang manusia Jawa dalam sejarah Islamisasinya menumt Ricklefs digambarkan dalam tiga kecenderungan atau kategori: pertama, [a] sinkretikmistis, [b] polarisasi masyarakat, [c] intensifikasi keagamaan. Sementara [2] Refleksi antropologis metafisik atas temuan tersebut menemukan arti yang lebih dasariah, yaitu terjadinya peristiwa-peristiwa itu sendiri. “Aku bersama yang-lain" merupakan "sejarah konkret" dan real yang sedang berjalan dan dihayati. Manusia Jawa menyejarah; artinya manusia Jawa itu ”” sebagaimana manusia lainnya dari manapun ”” bersifat historis. Tidak ada sejarah di luar atau di samping manusia Jawa. Sejarah itu tak lain ialah manusia yang berkembang sendiri; sejarah dilaksanakan manusia. Motor ketiga perkembangan kecenderangan dan relasi oponensial yang digambarkan Ricklefs tersebut adalah "'otonomi-di-dalam korelasi". Namun sebenarnya bukan dasar untuk perkembangan. Perkembangan dan historisitas hanya dapat diterima sebagai fakta belaka. Kemungkinannya hanya dapat diketahui dari adanya; dan tidak memiliki dasar yang lebih mendalam lagi di dalam manusia. Kata Kunci: Manusia Jawa, Islamisasi, Antropologi Metafisik.