Munawaroh, Hidayatu Munawaroh
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TEORI JOHN BOWLBY DALAM PANDANGAN PSIKOLOGI ISLAM Munawaroh, Hidayatu Munawaroh
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v12i1.25992

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fase krusial dalam perkembangan anak, terutama dalam membangun keterikatan emosional yang sehat serta membentuk karakter dan nilai-nilai moral. Teori kelekatan (attachment theory) yang dikemukakan oleh John Bowlby menekankan pentingnya hubungan emosional antara anak dan pengasuh dalam membangun rasa aman, kepercayaan diri, serta kestabilan psikologis anak. Dalam perspektif psikologi Islam, pendidikan anak usia dini tidak hanya menekankan aspek emosional, tetapi juga integrasi nilai-nilai spiritual dan akhlak melalui konsep tarbiyah (pendidikan), rahmah (kasih sayang), dan uswah hasanah (keteladanan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori Bowlby dalam pendidikan anak usia dini dalam Islam dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kelekatan Bowlby selaras dengan ajaran Islam dalam mendidik anak, terutama dalam membangun rasa aman melalui pengasuhan berbasis kasih sayang dan kedekatan emosional. Selain itu, Islam memberikan dimensi tambahan berupa nilai-nilai ketuhanan yang memperkuat hubungan emosional dengan pendekatan spiritual. Dengan demikian, kombinasi teori Bowlby dan psikologi Islam menawarkan perspektif holistik dalam pendidikan anak usia dini yang menekankan keseimbangan antara perkembangan emosional, kognitif, dan spiritual anak. Kesimpulannya, pendekatan integratif ini dapat menjadi model ideal dalam praktik pengasuhan dan pendidikan anak usia dini, terutama dalam masyarakat Muslim, untuk membangun generasi yang sehat secara psikologis dan berakhlak mulia.
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI TEORI JOHN BOWLBY DALAM PANDANGAN PSIKOLOGI ISLAM Munawaroh, Hidayatu Munawaroh
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v12i1.25992

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fase krusial dalam perkembangan anak, terutama dalam membangun keterikatan emosional yang sehat serta membentuk karakter dan nilai-nilai moral. Teori kelekatan (attachment theory) yang dikemukakan oleh John Bowlby menekankan pentingnya hubungan emosional antara anak dan pengasuh dalam membangun rasa aman, kepercayaan diri, serta kestabilan psikologis anak. Dalam perspektif psikologi Islam, pendidikan anak usia dini tidak hanya menekankan aspek emosional, tetapi juga integrasi nilai-nilai spiritual dan akhlak melalui konsep tarbiyah (pendidikan), rahmah (kasih sayang), dan uswah hasanah (keteladanan). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori Bowlby dalam pendidikan anak usia dini dalam Islam dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kelekatan Bowlby selaras dengan ajaran Islam dalam mendidik anak, terutama dalam membangun rasa aman melalui pengasuhan berbasis kasih sayang dan kedekatan emosional. Selain itu, Islam memberikan dimensi tambahan berupa nilai-nilai ketuhanan yang memperkuat hubungan emosional dengan pendekatan spiritual. Dengan demikian, kombinasi teori Bowlby dan psikologi Islam menawarkan perspektif holistik dalam pendidikan anak usia dini yang menekankan keseimbangan antara perkembangan emosional, kognitif, dan spiritual anak. Kesimpulannya, pendekatan integratif ini dapat menjadi model ideal dalam praktik pengasuhan dan pendidikan anak usia dini, terutama dalam masyarakat Muslim, untuk membangun generasi yang sehat secara psikologis dan berakhlak mulia.