Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pandangan K.H. Afifuddin Muhajir Tentang Relasi Muslim dan Non-Muslim di Negara Kesatuan Republik Indonesia Abdul Holil
Wasathiyyah Vol 6 No 1 (2024): Wasathiyyah: Jurnal Pemikiran Fikih dan Ushul Fikih
Publisher : Wasathiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58470/wasathiyyah.v6i1.81

Abstract

K.H. Afifuddin Muhajir adalah seorang ulama Uṣūl al-Fiqh terkemuka di Indonesia yang dikenal dengan pendekatan moderat dalam pemikiran Islam. Pandangannya mengenai relasi antara Muslim dan non-muslim dalam konteks Indonesia masih relatif belum banyak dikaji, meskipun memiliki relevansi yang progresif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan K.H. Afifuddin Muhajir tentang hubungan antar umat beragama, khususnya antara Muslim dan non-muslim di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi tokoh, penelitian ini mengandalkan berbagai sumber, termasuk buku, artikel jurnal, makalah konferensi, dan rekaman ceramah beliau. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa K.H. Afifuddin Muhajir memandang Pancasila sebagai dasar pemersatu yang sah bagi umat Islam dan non-Muslim, serta sejalan secara harmonis dengan prinsip-prinsip Islam. Ia juga menyatakan bahwa non-muslim di Indonesia berstatus sebagai muwāṭin (warga negara) yang memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan warga Muslim. Pandangan ini berbeda dengan perspektif yang mengkategorikan non-muslim sebagai ahl al- żimmah (kaum terlindungi). Oleh karena itu, menurut beliau, interaksi antaragama harus didasarkan pada tiga prinsip utama: kebebasan beragama, toleransi, dan pemenuhan hak-hak non-Muslim.