Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengenal Kare Kare Sebagai Warisan Kuliner Nagari Sulit Air Kabupaten Solok dalam Kegiatan KKN UNP 2025 Alya Dwiyana Alwani Putri; Yosi Nasdiah; Alisya Putri Noviananda Rizwa; Inka Taruni Sastra; Yunanta Pramana Putra
Jurnal Pelayanan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelayanan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jpm.v2i2.1608

Abstract

This study examines Kare Kare as a culinary heritage typical of Nagari Sulit Air, Solok Regency, West Sumatra. Using a qualitative approach with participatory observation techniques, interviews, and documentation, the study aims to document the history, manufacturing process, cultural values, and socio-economic role of Kare Kare. The results of the study indicate that Kare Kare has deep historical roots, passed down from generation to generation within the family. The manufacturing process reflects the local wisdom of the Minangkabau people, emphasizing the balance of ingredients and patience. Socio-economically, Kare Kare is a source of sustainable income and a marker of the collective identity of Nagari Sulit Air, especially for migrants. The main challenges in preserving Kare Kare are the lack of interest from the younger generation and changes in community consumption patterns. Conservation strategies include documentation of knowledge, production and marketing innovation, integration into local education, and development of culinary tourism through multi-party collaboration.
PERCEPATAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI KOTA PADANG : TINJAUAN PERDA NOMOR 22 TAHUN 2012 Yosi Nasdiah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 4 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi April
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/hxh6n615

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakmerataan pelayanan mutu pendidikan di Kota Padang, baik dari segi infrastruktur maupun suprastruktur. Salah satu perbedaan yang mencolok dapat dilihat antara sekolah-sekolah yang berada di perkotaan dan yang berada di pedesaan. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi kualitas pendidikan, terutama di daerah pedesaan. Oleh karena itu, peneliti merasa perlu untuk menyelidiki lebih dalam mengenai mutu pendidikan di Sekolah Dasar yang ada di Kota Padang.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) menggambarkan kondisi mutu pendidikan Sekolah Dasar di Kota Padang, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya, dan 2) mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) mutu pendidikan di Sekolah Dasar dan Menengah cukup baik, tercermin dari peningkatan hasil akreditasi yang terjadi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012, seluruh sekolah sudah terakreditasi. Delapan Standar Nasional Pendidikan juga telah dipenuhi, meskipun terdapat beberapa standar yang belum optimal, seperti pada bidang sarana dan prasarana serta standar tenaga pendidik dan kependidikan; 2) Faktor-faktor yang mendukung peningkatan mutu pendidikan antara lain adalah alokasi dana yang mencukupi, sumber daya manusia yang berkualitas, kerjasama yang sinergis antara sekolah dan Dinas Pendidikan, pembangunan infrastruktur yang baik, serta lokasi geografis yang menguntungkan. Sementara itu, faktor-faktor yang menghambat meliputi defisit anggaran, faktor geografis yang menjauhkan akses dari kota, ketidakmerataan infrastruktur, kebijakan pendidikan yang sering berubah, dan berbagai persepsi yang berbeda tentang pendidikan; dan 3) Upaya yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Padang untuk meningkatkan mutu pendidikan meliputi: pelengkapan database, percepatan dan pemerataan kualitas pendidikan, perbaikan infrastruktur sekolah, penyelenggaraan pelatihan dan pembinaan, penyesuaian kualifikasi guru, program satu kecamatan satu SD unggulan, penguatan pendidikan karakter, penyediaan buku kurikulum 2013, pemetaan guru dan penyaluran guru, rotasi guru dan kepala sekolah, rehabilitasi sarana dan prasarana, serta pengawasan melalui UPT.