Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakmerataan pelayanan mutu pendidikan di Kota Padang, baik dari segi infrastruktur maupun suprastruktur. Salah satu perbedaan yang mencolok dapat dilihat antara sekolah-sekolah yang berada di perkotaan dan yang berada di pedesaan. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi kualitas pendidikan, terutama di daerah pedesaan. Oleh karena itu, peneliti merasa perlu untuk menyelidiki lebih dalam mengenai mutu pendidikan di Sekolah Dasar yang ada di Kota Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) menggambarkan kondisi mutu pendidikan Sekolah Dasar di Kota Padang, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya, dan 2) mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) mutu pendidikan di Sekolah Dasar dan Menengah cukup baik, tercermin dari peningkatan hasil akreditasi yang terjadi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012, seluruh sekolah sudah terakreditasi. Delapan Standar Nasional Pendidikan juga telah dipenuhi, meskipun terdapat beberapa standar yang belum optimal, seperti pada bidang sarana dan prasarana serta standar tenaga pendidik dan kependidikan; 2) Faktor-faktor yang mendukung peningkatan mutu pendidikan antara lain adalah alokasi dana yang mencukupi, sumber daya manusia yang berkualitas, kerjasama yang sinergis antara sekolah dan Dinas Pendidikan, pembangunan infrastruktur yang baik, serta lokasi geografis yang menguntungkan. Sementara itu, faktor-faktor yang menghambat meliputi defisit anggaran, faktor geografis yang menjauhkan akses dari kota, ketidakmerataan infrastruktur, kebijakan pendidikan yang sering berubah, dan berbagai persepsi yang berbeda tentang pendidikan; dan 3) Upaya yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Padang untuk meningkatkan mutu pendidikan meliputi: pelengkapan database, percepatan dan pemerataan kualitas pendidikan, perbaikan infrastruktur sekolah, penyelenggaraan pelatihan dan pembinaan, penyesuaian kualifikasi guru, program satu kecamatan satu SD unggulan, penguatan pendidikan karakter, penyediaan buku kurikulum 2013, pemetaan guru dan penyaluran guru, rotasi guru dan kepala sekolah, rehabilitasi sarana dan prasarana, serta pengawasan melalui UPT.