Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGOPTIMALKAN PENGUASAAN AKSARA JAWA KELAS X DI SMA MELALUI BLENDED LEARNING Yunitasari, Mela
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v4i4.5535

Abstract

ABSTRACT This research aims to optimize the mastery of Javanese script for Class X at SMA Labschool UNESA through the implementation of the Blended Learning model as an innovative strategy in Javanese language learning. Javanese script is an important aspect of cultural preservation and local identity, but students' mastery of this script tends to be low due to the use of conventional and less engaging teaching methods. The classroom action research is conducted in two cycles, with each cycle including planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the research are the Class X students of SMA LABSCHOOL UNESA 1. Data collection techniques include observation, tests, interviews, and documentation. The Blended Learning model applied combines face-to-face learning with online learning methods through interactive digital media, such as online quizzes, educational videos, and character practice using educational applications. The results of this study indicate a significant improvement in the mastery of Javanese Script among students from cycle I to cycle II, both in terms of reading and writing skills. Moreover, the enthusiasm and participation of students in the learning process also showed a remarkable increase. Thus, Blended Learning is effective in enhancing students' abilities to master Javanese Script and building motivation and positive attitudes towards the preservation of local culture. This study recommends the sustainable implementation of a similar model for Javanese language learning that is more relevant and contextual with the times. ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengoptimalkan penguasaan Aksara Jawa kelas X di SMA Labschool UNESA melalui penerapan model pembelajaran Blended Learning sebagai strategi inovatif pada  pembelajaran Bahasa Jawa. Aksara Jawa ialah salah satu aspek penting dalam pelestarian budaya dan identitas lokal, namun penguasaan peserta didik terhadap aksara ini cenderung rendah karena penggunaan metode pembelajaran yang dipergunakan masih bersifat konvensional dan kurang menarik. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA LABSCHOOL UNESA 1. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Model Blended Learning yang diterapkan menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan menggunakan metode  pembelajaran daring melalui media interaktif berbasis digital, seperti kuis daring, video pembelajaran, serta latihan aksara menggunakan aplikasi edukatif. Hasil penelitian pada penelitian ini menunjukkan ada peningkatan signifikan dalam penguasaan Aksara Jawa peserta didik dari siklus I ke siklus II, baik dari segi kemampuan membaca ataupun menulis Aksara Jawa. Selain itu, antusiasme dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan yang mencolok. Dengan demikian, Blended Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai Aksara Jawa serta membangun motivasi dan sikap positif terhadap pelestarian budaya lokal. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model serupa secara berkelanjutan untuk pembelajaran Bahasa Jawa yang lebih relevan dan kontekstual dengan perkembangan zaman.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI AUDIO LUDRUK UNTUK REVITALISASI PEMBELAJARAN BAHASA JAWA PADA MATERI DRAMA TRADISIONAL DI SMA Yunitasari, Mela
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5280

Abstract

ABSTRACT Traditional arts such as Ludruk are a rich and unique part of Indonesia’s cultural heritage, but their existence is increasingly marginalized due to the influence of modernization and changing lifestyles as society becomes more urban and digital. In the school environment, especially in the teaching of Javanese language, Ludruk has great potential as a medium that not only introduces the local language and literature but also instills values of character and local culture in students in a more lively and engaging way. By integrating Ludruk into the learning process, schools can help preserve traditional arts while strengthening students’ cultural identity amid the rapid flow of globalization. This study examines the implementation of audio technology as an innovative method in teaching traditional Ludruk drama in high schools. Using a descriptive qualitative approach, this research focuses on how audio technology can be used to enhance students' understanding of traditional arts while motivating them to preserve it. The findings show that the use of audio technology in Bahasa Jawa learning not only increases student engagement but also provides a deep understanding of local cultural values. This article also highlights the importance of technological support in preserving traditional arts and offers recommendations for further development. ABSTRAK Seni tradisional seperti Ludruk adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya dan unik, namun keberadaannya mulai terpinggirkan akibat pengaruh modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin urban dan digital. Di lingkungan sekolah, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Jawa, Ludruk memiliki potensi besar sebagai media yang tidak hanya mengenalkan bahasa dan sastra daerah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter dan budaya lokal kepada peserta didik secara lebih hidup dan menarik. Dengan mengintegrasikan Ludruk ke dalam proses pembelajaran, sekolah dapat membantu melestarikan seni tradisional sekaligus memperkuat identitas budaya siswa di tengah derasnya arus globalisasi. Penelitian ini mengkaji implementasi teknologi audio sebagai metode inovatif dalam pembelajaran drama tradisional Ludruk di SMA Labschool Unesa 1. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini berfokus pada bagaimana teknologi audio dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap seni tradisional sekaligus memotivasi mereka untuk melestarikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi audio dalam pembelajaran Bahasa Jawa tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa tetapi juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai budaya lokal. Artikel ini juga menguraikan pentingnya dukungan teknologi dalam melestarikan seni tradisional dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut.