Masa remaja adalah periode transisi di mana individu mencari jati diri dan mengeksplorasi hubungan interpersonal, termasuk dalam aspek seksual. Seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, remaja juga dihadapkan pada risiko pelecehan online yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran literasi digital dalam mencegah pelecehan online pada remaja melalui perspektif psikologi humanistik. Literasi digital dipandang sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi digital secara bijak, sedangkan psikologi humanistik menekankan pengembangan potensi individu dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dengan menggabungkan kedua pendekatan ini, penelitian ini menawarkan solusi untuk menghadapi ancaman pelecehan online pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan studi kepustakaan. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan ibu korban pelecehan online, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari berbagai literatur terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berbasis nilai-nilai humanistik efektif dalam meningkatkan kesadaran diri, empati, kendali diri, dan keterampilan komunikasi remaja. Literasi ini tidak hanya membantu mereka mengenali ancaman di dunia maya, tetapi juga memberdayakan mereka untuk mengambil tindakan preventif dan proaktif. Literasi digital yang baik juga mendorong orang tua dan pendidik untuk berperan aktif dalam membimbing remaja menghadapi tantangan di era digital. Pendekatan integratif yang menggabungkan literasi digital dengan psikologi humanistik dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, memberdayakan remaja, dan mendukung perkembangan sosial-emosional mereka secara positif.