Mohammad Nursalim Malay
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bisakah Generasi Sandwich Memenuhi Tuntutan Birrul Walidain? Muflihun, Meysa Hanny; Nurul Isnaini; Mohammad Nursalim Malay
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 1 (2025): VOL 8 N0 1 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i1.6456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran birrul walidain pada generasi sandwich di Kota Bandarlampung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan lima partisipan yang tinggal bersama orang tua dan anak dalam satu rumah. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, lalu dianalisis menggunakan Nvivo 12 Plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi sandwich melaksanakan birrul walidain melalui aspek ihsan dan husn, bersyukur, dan ilshaq. Praktiknya mencakup perhatian emosional, dukungan finansial, serta kelekatan emosional. Kebahagiaan orang tua menjadi prioritas utama yang turut menentukan kebahagiaan dan kesejahteraan emosional generasi sandwich dalam kesehariannya.
Social Comparison, Self-esteem, and Envy Among Early Adults: Evidence from Social Media Use Izzati Ainun Nubuwwah; Intan Islamia; Mohammad Nursalim Malay
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v17i1.1771

Abstract

Fenomena envy (rasa iri) pada individu dewasa awal kerap kali dipicu oleh aktivitas perbandingan sosial yang mengancam harga diri mereka, terutama dalam konteks penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran mediasi self-esteem dalam hubungan antara social comparison dan dua bentuk envy, yaitu benign envy dan malicious envy, pada dewasa awal. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei yang melibatkan 206 responden dewasa awal berusia 18–25 tahun pengguna aktif media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis mediasi Model 4 dari PROCESS Hayes. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan social comparison berkaitan dengan penurunan self-esteem. Kondisi self-esteem yang rendah ini kemudian terbukti menjelaskan peningkatan pada malicious envy. Sebaliknya, tingkat self-esteem yang lebih tinggi ditemukan berkaitan dengan peningkatan benign envy. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa self-esteem berperan sebagai mekanisme psikologis penting yang memediasi bagaimana social comparison mengarah pada kedua bentuk envy tersebut. Kontribusi ilmiah dari penelitian ini menegaskan bahwa self-esteem adalah faktor krusial yang menjelaskan proses psikologis individu dewasa awal di media sosial, yaitu apakah perbandingan sosial yang mereka lakukan akan menghasilkan bentuk envy yang destruktif (malicious envy) atau konstruktif (benign envy).