Fenomena envy (rasa iri) pada individu dewasa awal kerap kali dipicu oleh aktivitas perbandingan sosial yang mengancam harga diri mereka, terutama dalam konteks penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran mediasi self-esteem dalam hubungan antara social comparison dan dua bentuk envy, yaitu benign envy dan malicious envy, pada dewasa awal. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei yang melibatkan 206 responden dewasa awal berusia 18–25 tahun pengguna aktif media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis mediasi Model 4 dari PROCESS Hayes. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan social comparison berkaitan dengan penurunan self-esteem. Kondisi self-esteem yang rendah ini kemudian terbukti menjelaskan peningkatan pada malicious envy. Sebaliknya, tingkat self-esteem yang lebih tinggi ditemukan berkaitan dengan peningkatan benign envy. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa self-esteem berperan sebagai mekanisme psikologis penting yang memediasi bagaimana social comparison mengarah pada kedua bentuk envy tersebut. Kontribusi ilmiah dari penelitian ini menegaskan bahwa self-esteem adalah faktor krusial yang menjelaskan proses psikologis individu dewasa awal di media sosial, yaitu apakah perbandingan sosial yang mereka lakukan akan menghasilkan bentuk envy yang destruktif (malicious envy) atau konstruktif (benign envy).