Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar dan beragam agama lainnya, dengan semangat "Bhinneka Tunggal Ika" yang mencerminkan keberagaman untuk persatuan. Sebagai warga negara, sangat penting untuk mendukung penguatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menciptakan ekosistem moderasi beragama yang berkelanjutan di tengah masyarakat yang beragam. Moderasi beragama berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan, dan mencegah radikalisasi. Kegiatan ini bertujuan mentransformasi dakwah dan penyuluhan MUI agar lebih relevan dengan nilai-nilai kebangsaan dan realitas multikultural. Pendekatan yang digunakan adalah Religious Moderation Ecosystem, yang terdiri dari empat pilar: literasi keagamaan, kelembagaan responsif, komunikasi toleran, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Pendekatan ini juga memberdayakan masyarakat dan tokoh agama untuk menjadi subjek aktif dalam menerapkan nilai-nilai moderat. Aktivitas mencakup pelatihan bagi dai dan penyuluh agama, diskusi kelompok, penyusunan panduan dakwah moderat, serta pendampingan di MUI tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai moderasi beragama dan komitmen MUI untuk menjadikan moderasi sebagai landasan dakwah. Kegiatan ini juga berhasil membentuk forum komunikasi lintas agama yang memperkuat kerjasama sektoral. Manfaatnya dirasakan oleh MUI dan juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui narasi keagamaan yang damai. Rekomendasi untuk pengembangan ekosistem moderasi beragama mencakup pendekatan terstruktur dan dukungan kebijakan dari pemerintah serta mitra strategis.