Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Concept Analysis Patient Centred Care In Diabetes Mellitus With Heart Disease Complication Pranata, Satriya; Aisah, Siti; Vranada, Aric; Taliki, Verawaty; Adriani, Sri; Riyanto, Ujang; Fariqoini, Ayul; Harmoko, Tri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18495

Abstract

ABSTRACT PCC of patients with diabetes mellitus with heart disease is a patient-focused service with a holistic approach (bio-psychosocial-spiritual) to provide respectful and individualized care, enabling negotiation of care and offering choice through a therapeutic relationship where patients with diabetes mellitus with heart disease complications are empowered to be involved in health decisions at whatever level is desired by the individual receiving care. However, the application of this concept in services has not been comprehensively clarified. The purpose of this analysis is to describe and explain the concept of PCC in patients with diabetes mellitus with heart disease complications. Walker and Avant's concept analysis process was used to analyze the PCC concept. Six main defining attributes were identified: “ autonomy support; shared decision making; cooperation and collaboration; communication and education; emotional support, involvement of family and others. The predecessor analysis included several options with different possible outcomes, substantial patient-focused care conflicts, the need to recognize the health situation of patients with diabetes mellitus complicated by heart disease, and the willingness to participate in care. All of these factors are directly associated with different patient outcames and indirectly associated with outcames through patient activation. Kata Kunci: Patient Centred Care, Diabetes Mellitus, Heart Disease
Praktik Budaya Dalam Menyusui: Tinjauan Literatur Naratif Berbasis Prisma Adriani, Sri; Machmudah, Machmudah; Rejeki, Sri; Pohan, Vivi Yosafianti; Astuti, Rahayu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55451

Abstract

Praktik menyusui dipengaruhi oleh berbagai faktor budaya, sosial, dan keluarga, yang dapat memengaruhi keberlanjutan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Pemahaman terhadap praktik budaya menyusui penting untuk mendukung intervensi yang efektif dalam promosi ASI. Tujuan untuk menyajikan gambaran komprehensif dan sintesis konseptual terkait praktik budaya dalam menyusui berdasarkan literatur ilmiah terkini periode 2021–2025. Metode desain Literature Review naratif dengan pendekatan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan strategi kombinasi kata kunci yang mencakup “breastfeeding” OR “exclusive breastfeeding” AND “cultural practices” OR “sociocultural factors”. Proses seleksi studi mengikuti pendekatan PRISMA versi naratif. Kriteria inklusi meliputi artikel peer-reviewed, tahun publikasi 2021–2025, teks lengkap, bahasa Inggris atau Indonesia, serta fokus pada praktik menyusui dan pengaruh budaya. Dari 1.410 artikel awal, 9 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Mayoritas studi menggunakan pendekatan kualitatif dan mixed-method, dengan konteks penelitian di Indonesia (Sumba, Sumatera, Riau, Jawa, NTT, Nias) dan negara lain seperti Ghana. Kualitas metodologi dan risiko bias dinilai menggunakan Critical Appraisal Skills Programme (CASP), sedangkan data dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil sintesis tematik mengidentifikasi tiga kelompok tema utama: (1) praktik perawatan payudara dan penggunaan herbal tradisional, termasuk pijat payudara, konsumsi jamu, serta pantangan makanan; (2) norma dan kepercayaan sosial-budaya, seperti pemberian makanan prelakteal, persepsi tentang kolostrum, dan konstruksi sosial mengenai kesehatan bayi; serta (3) peran keluarga dan komunitas, khususnya pengaruh nenek, ibu mertua, tokoh agama, serta tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan menyusui. Faktor norma dan nilai budaya terbukti menjadi determinan penting praktik ASI eksklusif, baik sebagai pendukung maupun penghambat. Kesimpulan praktik budaya memainkan peran penting dalam keberlanjutan ASI eksklusif. Promosi ASI yang efektif perlu mempertimbangkan nilai-nilai budaya, keyakinan, dan dukungan sosial di komunitas.