Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Bahan Pakan Alternatif untuk Unggas Berbahan Dasar Maggot: Evaluation of Alternative Feed Ingredients for Poultry Based on Maggot Nurkholidza, W; Dewi, Sari Putri; Rayani, T F; Sembada, P; Ayuningtyas, G; Priyambodo, D; Kurniawan, F A
Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Vol. 23 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan
Publisher : Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jintp.23.1.24-32

Abstract

The increasing cost of fish meal has become a concern for farmers. An alternative replacement is Black Soldier Fly (BSF) maggot meal. The research aims to assess the nutritional quality and physical properties of BSF maggot meal as a replacement for fishmeal. The analyses included proximate analysis and fatty acid profile analysis. The research design used a Completely Randomized Design (CRD) with different living media, namely P0 = 100% kitchen organic waste, P1 = 50% kitchen organic waste and 50% cow manure, and P2 = 50% kitchen organic waste and 50% cow milk waste, along with different milling methods, namely defatted and full fat. The results showed that samples with a mixed substrate of 50% kitchen organic waste and 50% cow milk waste, using the defatted milling method, showed high protein content. Samples with a substrate mix of 50% kitchen organic waste and 50% cow feces, using the full-fat milling method, demonstrated the best balance of saturated and unsaturated fats. It can be concluded that each treatment presented different nutritional advantages, suggesting that BSF maggot meal has strong potential as an alternative animal protein source in poultry feed. Key words: alternative feed, cultivation media, maggots, nutritional content, animal protein
The Pengaruh Jenis Elektroda Pengelasan SMAW Terhadap Kekuatan Mekanis Pada Material SS201 dan SS304: "Studi Komparatif Kekuatan Tarik dan Kekerasan pada Sambungan Las Baja Tahan Karat" Syafitri, F A; Kurniawan, F A; Ritonga, D A A
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i2.1342

Abstract

Baja stainless tipe 201 adalah stainless kromium-nikel-mangan austenik yang dikembangkan untuk menghemat nikel. Nikel digantikan dengan penambahan mangan dan nitrogen. Adapun bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah baja paduan SS201 dengan komposisi sebagai berikut 0,15%C, 16%Cr, 3,5%Ni, 0,75%Si, 5,5%Mn, 0,006%P, 0,03%S, 0,25%N. dan baja stainless steel 304 merupakan jenis baja tahan karat yang serbaguna dan paling sering digunakan. Komposisi kimia, kekuatan mekanik, kemampuan las dan ketahanan korosinya sangat baik dengan harga yang relative terjaungkau. Stainless steel tipe 304 ini banyak digunakan dalam dunia industri maupun skala kecil. Adapun bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah baja paduan SS304 merupakan jenis baja tahan karat austentic stainless steel yang memiliki komposisi 0,042%C, 1,19%Mn, 0,034%P, 0,006%S, 0,049%Si, 18,24%Cr, 8,15%Ni, dan sisanya Fe. Proses penyambungan pada bahan stainless steel 201 dan 304 dapat dilakukan dengan Shielded Metal Arc Welding (SMAW), sehingga perlu diteliti untuk mengetahui bagaimana pengaruh jenis elektroda terhadap sifat mekanisnya. Elektroda yang digunakan adalah jenis E308-16 dan E309L-16 dengan arus 110 ampere. Sifat mekanis diuji meliputi uji Tarik sesuai standar ASTM E8/E8M – 13 dan uji kekerasan sesuai standar ASTM E92-82 . Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pemilihan jenis elektroda dalam proses pengelasan SMAW sangat berpengaruh terhadap hasil pengelasan ditinjau dari kekuatannya. Kekuatan mekanis paling tinggi didapat pada pengelasan arus 110 ampere, kekuatan tarik ultimate rata-rata sebesar 61,458 kg/mm2 untuk tegangan tarik dan regangan sebesar 25,01 % pada pengujian tarik, dan nilai rata-rata kekerasan pada material dengan elektroda E308-16 sebesar 197,3 HV dan untuk material dengan elektroda E309L-16 sebesar 337,8 HV. untuk pengujian kekerasan pada daerah las. Kata Kunci : Pengelasan SMAW, Stainless Steel 201 dan 304, variasi eletroda, sifat mekanis .