Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Struktur Aset, Pertumbuhan Penjualan dan Struktur Modal terhadap Kebijakan Utang Sari, Silvia; Uci, Uci
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Vol. 5 No. 2 (2025): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmeb.v5i2.1229

Abstract

One important element in a company is the existence of adequate capital to support the company's business activities. Therefore, debt policy can be a funding option to boost company finances which is useful for supporting operational needs. However, to prevent losses, companies must be able to manage funding sources effectively, so the aim of this research is to empirically determine the influence of asset structure, sales growth and capital structure on debt policy, both partially and simultaneously. This research was conducted by analyzing the financial reports of companies in the food and beverage sector listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) during the period 2019 to 2023. The sample used in this research was 17 food and beverage sector companies listed on the Stock Exchange Indonesia during the period 2019 to 2023 using a purposive sampling technique. The data used in this research is secondary data in the form of financial reports from each company that has been used as a research sample. The panel data regression method was used as the research methodology in this study. Analysis of research results using Eviews 12 software. The research results show that the best model is the Random Effect Model (REM). The results of this research show that asset structure, sales growth and capital structure simultaneously influence debt policy, and partially capital structure influences debt policy, asset structure has no influence on debt policy and sales growth has no influence on debt policy.
Konflik Sosial Berbasis Agama: Penyebab, Dinamika, dan Solusinya Al Mufida, Afrina; Juliani, Erni; Rambe, Mirza Syadat; Ariska, Neneng; Siregar, Nur Azizah; Uci, Uci
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2258

Abstract

Konflik sosial berbasis agama merupakan fenomena kompleks yang tidak semata-mata berakar pada perbedaan teologis, melainkan merupakan hasil interaksi dinamis antara faktor internal keagamaan, faktor eksternal politik-ekonomi, dan faktor historis-kultural. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif penyebab, dinamika, dan solusi konflik tersebut dengan menggunakan sintesis empat perspektif teoritis sosiologi agama: Teori Fungsionalisme, Teori Konflik, Interaksionalisme Simbolik, dan Teori Identitas Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur sistematis dan analisis kasus, dengan fokus pada konteks Indonesia dan contoh komparatif lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik muncul dari eksklusivisme teologis dan konstruksi makna simbolik yang antagonistis (faktor internal), instrumentalisasi identitas agama untuk kepentingan politik dan persaingan sumber daya (faktor eksternal), serta memori kolektif dan pola relasi historis yang timpang (faktor historis-kultural). Konflik termanifestasi dalam spektrum mulai dari ketegangan kognitif-simbolik hingga kekerasan kolektif langsung, dengan dinamika yang dipicu oleh polarisasi identitas dan diperparah oleh mobilisasi politik. Dampaknya bersifat multidimensi, merusak kohesi sosial, menimbulkan trauma psikologis, mendistorsi politik, dan melemahkan perekonomian. Oleh karena itu, solusi yang efektif memerlukan pendekatan holistik dan multi-level, meliputi penegakan hukum yang konsisten dan kebijakan inklusif oleh negara, pemberdayaan dialog dan ekonomi bersama di tingkat masyarakat sipil, serta rekonstruksi narasi agama yang damai dan upaya rekonsiliasi kultural. Rekomendasi penelitian diarahkan kepada pemerintah, masyarakat sipil, dan akademisi untuk membangun infrastruktur perdamaian yang berkelanjutan dalam masyarakat yang majemuk.