Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Asuh Orang Tua Milenial Pasca Covid-10 Pada Perkembangan Anak Balita Dalam Komunikasi Keluarga Awanleins, Firstian; Supratman, Lucy
eProceedings of Management Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh dan komunikasi keluarga memiliki peran krusial dalam membentuk karakter anak, terutama di era modernyang penuh tantangan, termasuk dampak pandemi COVID-19. Perubahan pola hidup dan perkembangan teknologimemengaruhi cara orang tua milenial mendidik anak balita mereka. Keluarga kini menghadapi tantangan untukmenyeimbangkan peran tradisional dengan inovasi modern dalam pola asuh. Hal ini menuntut adanya pendekatanyang mampu mengatasi kesenjangan antar generasi dalam menciptakan anak yang percaya diri, mandiri, danadaptif terhadap perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola asuh orang tua milenialpasca-pandemi COVID-19 terhadap perkembangan anak balita dalam komunikasi keluarga. Dengan memakaimetode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengaitkan wawancara mendalam dengan informan ahli, seperti guru danpegawai DP3A, serta informan kunci berupa keluarga milenial di Kota Cirebon. Data dianalisis melalui pendekatantriangulasi untuk memvalidasi hasil penelitian. Hasil penelitian ditemui bahwa orang tua milenial cenderungadaptif terhadap perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pola asuh yang efektif.Mereka mengutamakan komunikasi terbuka, penggunaan teknologi sebagai alat edukasi, serta pendekatanemosional untuk memperkuat hubungan dengan anak. Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran orang tua akanpentingnya kualitas waktu bersama anak, kebersihan, dan kesehatan, meskipun tantangan emosional, sepertikejenuhan dan tekanan psikologis, tetap muncul dalam proses pengasuhan.Kata Kunci : Pola Asuh, Komunikasi Keluarga, Orang Tua Milenial, Anak Balita, Pasca-Pandemi.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK ANTARA KONSELOR DENGAN PASIEN DI YAYASAN PEMULIHAN NATURA INDONESIA Aliyudin, Muhammad Zaidan; Supratman, Lucy
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dunia pada tahun 2018, terdapat jumlah penggunaan Napza yaitu 269 jutaorang dan menurut The Third Booklet of The World Drugs Report (2020) Tahun 2019 tercatat mengalamikenaikan hingga 30% orang dalam penyalahgunaan Napza. Kemudian menurut UNODC terdapat peningkatansekitar 950 jenis bahan zat baru yang berbahaya bagi tubuh, Sementara menurut IDN Times Jabar, provinsi JawaBarat masuk dalam 10 besar peringkat tertinggi nasional dalam penyalahgunaan narkotika. PenyalahgunaanNapza di Indonesia ini merupakan ancaman bagi masa depan kehidupan anak bangsa. Rehabilitasi terhadapkorban penyalahgunaan Napza salah satu upaya perlindungan soaial agar terlepas dari ketergantungan terhadapnarkoba. Konselor dalam Rehabilitasi Narkoba memiliki peran dalam pemulihan pasien penyalahguna narkobaagar tidak kambuh (relapse), yang biasa disebut komunikasi terapeutik. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui proses komunikasi antara konselor dengan pasien di Yayasan Pemulihan Natura Indonesia. Penelitianini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jumlah informan pada penelitian ini tujuh orang,terdiri dari dua informan utama dan lima informan pendukung. Adapun teknik pengumpul data menggunakanwawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik antarakonselor dengan pasien di Yayasan Pemulihan Natura Indonesia terbagi menjadi empat fase yaitu fase parinteraksi (pendaftaran atau pengisisan data diri), fase orientasi (perkenalan, screening atau pemeriksaan urin danasessment atau pendekatan awal), fase kerja (kegiatan konseling), dan fase terminasi (evaluasi).Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Konselor, Pasien, Rehabilitasi, Narkotika