ARYANTI, RIANA
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Pengurangan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pra-Operasi Fraktur di Ruang Rawat Inap RSUD Wonosari: ARYANTI, RIANA
Kelimutu Nursing Journal Vol 4 No 1 (2025): Volume 4 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/knj.v4i1.1931

Abstract

Anxiety management in fracture patients is generally done with pharmacological therapy, but there is a risk of side effects such as drowsiness and dependence. Lavender aromatherapy, which contains linalool and linalyl acetate, has been shown to be effective in lowering anxiety through its relaxing effects on the central nervous system. A preliminary study at Wonosari Hospital showed that most fracture patients experienced moderate to high anxiety, with intervention still limited to sedatives. This study aims to evaluate the effect of lavender aromatherapy using a diffuser for three days on the reduction of anxiety levels in fracture patients in the inpatient room. This study uses the Case study research with the design of One Group Time Series Design in fracture patients at Wonosari Hospital. The sample was taken by purposive sampling of 2 respondents with the APAIS instrument to measure the level of anxiety before and after the intervention. The intervention was carried out three times a day using a diffuser with a dose of 5 drops (0.25 ml in 100 ml of water) for 15 minutes. The results of the study showed that lavender aromatherapy was effective in significantly reducing anxiety in fracture patients. The anxiety scores in pre-test and post-test 1 were in the severe anxiety category, while a significant decrease occurred in post-test 2 and was more optimal in post-test 3 with the anxiety category decreasing to moderate. The progressive reduction in anxiety shows that the lavender aromatherapy intervention is effective in working gradually in providing a sense of calm to the patient.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA REMAJA MADYA DI SMK NEGERI 1 SEDAYU, BANTUL, YOGYAKARTA Aryanti, Riana; Pramesti, Despita; Putra, Muhammad G.A
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.12789

Abstract

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya terus menerus merasa sedih, Berbeda dengan kesedihan biasa yang umumnya berlangsung hingga berminggu-minggu atau sampai berbulan-bulan. Depresi yang terjadi pada remaja membuat remaja merasa tertekan sehingga diperlukannya mekanisme penguatan dan penanganan yang dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis seperti mengkonsumsi obat anti depresan dan psikoterapi. Metode lain yang dapat dilakukan adalah pemberian dukungan atau support system sebagai penguatan positif dan regulasi diri yang salah satunya bersumber dari keluarga.keluarga memiliki pengaruh penting dalam perkembangan remaja karena keluarga merupakan lingkungan sosial pertama pada pembentukan kepribadian remaja. Dukungan keluarga merupakan sikap, Tindakan dan penerimaan keluarga terhadap remaja. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada remaja di SMK Negeri 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja usia 15-18 tahun di SMK Negeri 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Jumlah sampel yang diambil 311 siswa. Pengambilan sampel dengan Teknik proportionate stratified random sampling. Kuesioner yang digunakan untuk depresi yaitu kuesioner Patient Health Questionnaire (PHQ-9) dan kuesioner dukungan keluarga menggunakan kuesioner Dukungan Keluarga. Analisis data penelitian menggunakan analisis uji spearman-rank.Karakteristik responden mayoritas laki-laki, dengan rata-rata usia 17-18 tahun. Tingkat dukungan keluarga dalam kategori tinggi sebanyak 190 responden (61,1%) dan tingkat depresi dalam kategori minimal sebanyak 158 responden (50,8%). Hasil uji analisis spearman-rank didapatkan p-value sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). hasil analisis dalam penelitian ini terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada remaja madya