SULASNI WAHIDAH
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN SUPERVISI TRADISIONAL DAN SUPERVISI KOLABORATIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH SULASNI WAHIDAH
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v2i3.443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan antara supervisi tradisional dan supervisi kolaboratif di lingkungan sekolah, serta dampaknya terhadap pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan kualitas pembelajaran. Supervisi merupakan bagian integral dalam sistem manajemen pendidikan, yang berfungsi untuk memfasilitasi peningkatan kinerja guru melalui pengawasan dan bimbingan. Dalam pendekatan tradisional, supervisi cenderung lebih bersifat top-down, di mana kepala sekolah atau supervisor memiliki peran dominan dalam mengawasi dan memberikan arahan kepada guru. Sebaliknya, supervisi kolaboratif menekankan pada kerjasama antara kepala sekolah, guru, dan staf sekolah dalam upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui diskusi, refleksi, dan pengembangan bersama. Kajian ini menganalisis perbedaan mendasar antara kedua pendekatan supervisi tersebut dalam hal tujuan, proses, dan metode yang digunakan. Dalam supervisi tradisional, pengawasan dilakukan secara terstruktur dan seringkali kaku, dengan fokus pada evaluasi kinerja guru berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Sedangkan supervisi kolaboratif lebih menekankan pada pembentukan tim yang bekerja bersama untuk menemukan solusi terhadap masalah yang dihadapi dalam pembelajaran, serta meningkatkan kompetensi pedagogis secara bersama-sama. Penelitian ini juga membahas tantangan dan keuntungan masing-masing pendekatan, serta implikasinya terhadap pengembangan profesionalisme guru dan efektivitas pembelajaran di sekolah. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa supervisi kolaboratif lebih efektif dalam menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis antara kepala sekolah dan guru, serta memberikan ruang bagi peningkatan kompetensi profesional guru secara berkelanjutan. Di sisi lain, supervisi tradisional masih relevan dalam konteks tertentu, terutama ketika diperlukan evaluasi kinerja yang lebih sistematis dan terukur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam merancang strategi supervisi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan sekolah, serta memperkuat implementasi supervisi berbasis kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.