Hidayah , Rusdiana Rahmi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN PEMBERIAN KOMPRES BAWANG MERAH UNTUK MENURUNKAN SUHU PADA PASIEN KEJANG DEMAM DI RSUD KOTA SALATIGA Hidayah , Rusdiana Rahmi; Khotijah , Siti; Imamah , Ida Nur
Jurnal Osadhawedyah Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Osadhawedyah
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Demam atau febris yaitu suatu keadaan dimana suhu tubuh menjadi lebih tinggi dari biasanya dan menjadi pertanda suatu gejala penyakit. Suhu tubuh dikatakan normal apabila berada pada rentang 36,5°C - 37,5°C. Demam terjadi karena adanya respon terhadap infeksi yang berasal dari mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh berupa virus, jamur, parasite, dan bakteri. Demam juga bisa disebabkan karena paparan sinar matahari yang berlebihan (overhating), dehidrasi, dan alergi karena gangguan sistem imun. Sejak jaman dahulu penggunaan obat tradisional telah dipraktikan langsung oleh nenek moyang kita dan cenderung memiliki efek samping yang sangat minim bahkan tanpa menimbulkan efek samping. Salah satu obat tradisional yang dapat digunakan untuk menurunkan demam yaitu bawang merah. Pengaplikasian dilakukan dengan cara menghaluskan bawang merah kemudian dikompreskan secara langsung pada bagian tubuh. Bawang merah mengandung senyawa sulfur organic Allylcysteine sulfoxide (Alliin) yang dapat bereaksi dengan enzim alliinase sebagai katalisator yang dihasilkan oleh bawang merah itu sendiri. Reaksi kedua senyawa ini selanjunya akan berkerja dengan beberapa senyawa lain untuk menghancurkan pembentukan pembekuan darah, sehingga memungkinkan panas dari dalam tubuh lebih cepat disalurkan ke pembuluh darah tepi/perifer untuk kemudian diekresikan melalui keringat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil penerapan kompres bawang merah terhadap penurunan suhu pada pasien kejang demam. Jenis penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif studi kasus dengan pendekatan pretest dan posttest. Populasi meliputi seluruh pasien anak yang dirawat di bangsal anggrek RSUD Salatiga. Sampel berjumlah 2 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang dilakukan pada anak tanpa menggunakan kelompok pembanding. Hasil pengkuran suhu tubuh kedua anak sebelum dilakukan penerapan termasuk tinggi yaitu 37,8 ℃ dan 37,9 ℃. Suhu tubuh setelah dilakukan penerapan mengalami penurunan yaitu 36,7 ℃ dan 36,8 ℃. Kesimpulan terdapat perbedaan perkembangan sebelum dan sesudah dilakukan penerapan kompres bawang merah pada kedua pasien.