Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEDEKAH BUMI SEBAGAI WUJUD INTEGRASI SOSIAL-BUDAYA DAN KONSERVASI ALAM DALAM MASYARAKAT JAWA Aulia, Lintang Metha; Roqobin, Fikky Dian; Puspitarini, Sapti; Susiawati, Enny
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i1.12692

Abstract

Upacara Sedekah Bumi merupakan tradisi masyarakat Jawa sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan rezeki yang diberikan. Lebih dari sekadar acara adat, tradisi ini mengandung nilai-nilai penting seperti kepedulian terhadap alam, gotong royong, dan pelestarian budaya lokal. Melalui kegiatan seperti doa bersama, pertunjukan seni tradisional, dan makan bersama, masyarakat tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga memperkuat identitas budaya mereka. Tradisi ini menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda, karena menanamkan nilai-nilai keimanan, sosial, moral, dan budaya. Namun, di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya asing, Sedekah Bumi mulai kehilangan maknanya, terutama di kalangan anak muda. Tradisi ini dianggap kuno dan tidak lagi relevan. Padahal, jika dipertahankan, Sedekah Bumi bisa menjadi bagian dari solusi pelestarian lingkungan dan penguatan nilai-nilai lokal. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah, untuk terus melestarikan dan memperkenalkan tradisi ini agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
ETIK “SEDULUR SIKEP”: BAGAIMANA SUKU SAMIN MELESTARIKAN ALAM TANPA EKSPLOITASI Agresza, Churnelia; Roqobin, Fikky Dian; Puspitarini, Sapti; Susiawati, Enny
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i1.12768

Abstract

“Sedulur Sikep” yang dianut oleh Suku Samin merupakan bentuk kearifan lokal yang menekankan keseimbangan antara manusia dan alam. Masyarakat ini memiliki prinsip ngajeni (menghormati), ngopeni (merawat), dan demunung (memahami sifat alam tanpa eksploitasi berlebihan) dalam pengelolaan sumber daya alam, yang tercermin dalam praktik pertanian organik, konservasi hutan, serta perlindungan sumber daya air. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis konsep etika Sedulur Sikep dalam konservasi lingkungan, dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal ilmiah, serta laporan penelitian yang membahas praktik keberlanjutan komunitas ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip lingkungan yang diterapkan Sedulur Sikep mampu menjaga kelestarian alam tanpa eksploitasi berlebihan. Namun, praktik ini menghadapi berbagai tantangan, seperti modernisasi, tekanan ekonomi, alih fungsi lahan, serta minimnya dukungan kebijakan pemerintah terhadap kearifan lokal. Meskipun demikian, etika Sedulur Sikep memiliki relevansi yang kuat dalam konservasi modern, terutama dalam upaya mengatasi krisis lingkungan global. Prinsip mereka dapat diintegrasikan dalam konsep pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, khususnya dalam pertanian berbasis agroekologi serta sistem pengelolaan sumber daya alam yang inklusif. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai Sedulur Sikep dalam kebijakan lingkungan modern menjadi langkah strategis untuk memastikan kelestarian ekosistem bagi generasi mendatang.