Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Makna Anak Abah Tusuk Tiga Paslon Ditinjau dari Semiotika Sosial Van Leeuwen Fajri, Mohammad Rifaldo; Liwoso, Jefri Audi Wempi
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 1 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i1.331

Abstract

Penelitian ini mengkaji gerakan "Anak Abah Tusuk Tiga Paslon," sebuah narasi yang digaungkan oleh pendukung Anies Baswedan sebagai bentuk protes terhadap hasil Pemilihan Presiden 2024 dan ketidakikutsertaan Anies dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. Gerakan ini mencerminkan ketidakpuasan politik pendukung Anies, yang dikenal dengan sebutan "Anak Abah," terhadap sistem politik yang ada. Peneliti berfokus pada bagaimana makna sosial gerakan ini terbentuk serta proses tanda dan pertukaran tanda yang terjadi di kalangan berbagai pihak, termasuk pendukung, lawan politik, akademisi, dan media. Para peneliti terdahulu sepakat bahwa gerakan protes sering kali muncul sebagai respons terhadap ketidakpuasan politik terhadap sistem yang ada. Namun, riset ini mengisi kesenjangan dengan meneliti bagaimana tanda dan makna terbentuk melalui dinamika sosial yang terlibat dalam gerakan ini. Dalam riset ini, peneliti berasumsi bahwa gerakan ini merupakan respons sosial yang kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor politik dan budaya yang dipadukan dengan sumber daya semiotik individu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana makna sosial dari gerakan "Anak Abah Tusuk Tiga Paslon" terbentuk melalui interaksi sosial dan bagaimana tanda-tanda tersebut dipertukarkan di kalangan berbagai kelompok. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori semiotika sosial Theo Van Leeuwen, yang berfokus pada analisis tanda dalam komunikasi sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara tidak terstruktur serta studi literatur terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna baru terhadap gerakan "Anak Abah Tusuk Tiga Paslon" terbentuk dalam berbagai lingkup sosial yang melibatkan kekecewaan, protes, melek politik, upaya agar didengar, ketidakterimaan, ketidakpuasan, dan sikap pesimis.
Building a Corporate Culture Centered on Environment, Social, and Governance Principles in Indonesian Companies Ardiyanto, Indra; Pratiwi, Luh Shinta; Fajri, Mohammad Rifaldo; Firgiawan, Yoga
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 6 (2025): JIMKES Edisi November 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i6.4411

Abstract

The rising global emphasis on Environmental, Social, and Governance (ESG) principles, driven by regulatory pressure, stakeholder expectations, and strategic demands for long-term resilience, has made the internal integration of ESG values into corporate culture an urgent priority for organizations, including those in Indonesia. This study examines how companies in Indonesia build a corporate culture based on environmental, social, and governance principles. The main goal is to explore the process of aligning these principles with the company vision and mission, identify integration challenges, and assess impacts on employee and organizational performance. A qualitative approach with multiple case studies was used in two Indonesian firms, one multinational and one local. Data came from in-depth interviews, document reviews, and observations. Findings show that strong top leadership commitment and a mindset shift are essential to make these principles part of the core business strategy. Key practices include renewable energy investments, vehicle fleet changes to electric, employee health programs, and community water projects. Challenges involve limited regulations and low understanding among business owners. Positive outcomes include higher employee engagement, productivity, and appeal to younger talent. Successful integration turns these principles into organizational identity, creating shared value and competitive advantage through authentic daily practices.