Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan perbedaan makna gestur jempol antara budaya Amerika Serikat dan Iran. Gestur non-verbal, seperti jempol, seringkali dianggap universal, namun kenyataannya dapat memiliki konotasi yang sangat berbeda antar budaya, berpotensi menyebabkan kesalahpahaman dalam komunikasi lintas budaya. Penelitian ini akan mengkaji akar historis dan sosiokultural dari makna gestur jempol di kedua negara, menyoroti implikasi praktis bagi individu yang berinteraksi dalam konteks lintas budaya. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif, artikel ini akan menganalisis bagaimana gestur yang sama dapat diterima sebagai tanda persetujuan atau pujian di satu budaya, sementara dianggap sebagai penghinaan serius di budaya lain. Pemahaman yang mendalam tentang nuansa-nuansa ini sangat penting untuk memupuk komunikasi yang efektif dan menghindari konflik yang tidak disengaja. Fokus pada Amerika Serikat dan Iran menawarkan studi kasus yang menarik karena perbedaan budaya yang signifikan, yang seringkali tercermin dalam komunikasi non-verbal. Penelitian ini juga akan membahas bagaimana globalisasi dan interaksi budaya yang meningkat menuntut kesadaran yang lebih besar terhadap perbedaan-perbedaan ini. Oleh karena itu, artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga bagi diplomat, pelancong, pelaku bisnis, dan siapa pun yang terlibat dalam interaksi lintas budaya, mempromosikan pemahaman yang lebih baik dan interaksi yang lebih harmonis antar individu dan bangsa. Kata kunci: gestur jempol, komunikasi non-verbal, budaya Amerika Serikat, budaya Iran, komunikasi lintas budaya, kesalahpahaman budaya, simbolisme gestur, norma sosial.