This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Kusumawardani, Rindi
Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Genba Shikumi dan Fuzzy FMEA sebagai Upaya Mereduksi Waste Pada Proses Pembuatan Produk Strandkorb Ariyanto, Renaldi Jafras; Kusumawardani, Rindi
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.147380

Abstract

Pemanfaatan hasil hutan merupakan salah satu aktivitas yang penting bagi industri khususnya industri furnitur/mebel. Salah satu produsen utama furnitur di Indonesia yang memproduksi berbagai produk furnitur kayu adalah PT Berdikari Meubel Nusantara. Berdasarkan wawancara dengan stakeholder perusahaan pencapaian target Key Performance Indicator (KPI) perusahaan dalam mencapai tingkat zero waste juga menjadi aspek penting untuk meingkatkan kinerja perusahaan. Pada pengamatan di lantai proses produksi Strandkorb, ditemukan beberapa waste antara lain: adanya defect produk yang memiliki nilai rata-rata rasio sebesar 6,07% pada tahun 2023, adanya kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah, serta adanya waktu tunggu yang diakibatkan mesin rusak atau keterlambatan bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi critical waste pada proses pembuatan Strandkorb sebagai upaya dalam mereduksi waste sehingga dapat memberikan usulan perbaikan dalam mencapai target perusahan yaitu menuju zero waste. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan konsep Lean Six Sigma yang mampu untuk mengeliminasi waste pada setiap proses produksi dengan menggunakan Lean tools serta memberikan peningkatan nilai implementasi nilai Six Sigma melalui identifikasi Non-Value Added pada tahapan proses produksi Strandkorb dengan terdapat integrasi metode Genba Shikumi dan Fuzzy FMEA dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi critical waste yang ditemukan. Pada tahapan Define, berdasarkan hasil identifikasi diperoleh 54 kegiatan yang dikategorikan tidak bernilai tambah sebagai inputan pada tahapan berikutnya. Selanjutnya pada tahapan Measurement, berdasarkan penentuan waste kritis dengan menggunakan Genba Shikumi diperoleh terdapat 11 aktivitas yang menjadi prioritas untuk dilakukan analisis akar permasalahannya. Pada tahapan Analyze, berdasarkan penilaian FMEA dan hasil evaluasi menggunakan pendekatan Fuzzy diperoleh ada 4 akar permasalahan yang perlu diprioritaskan untuk diberikan solusi perbaikan. Pada tahapan Improve, terdapat beberapa usulan perbaikan antara lain: perancangan pelatihan kepada operator, pembuatan instruksi kerja, perancangan penjadwalan pemeliharaan mesin, usulan material handling dan penerapan teknologi infrared dalam membantu proses inspeksi kayu.