Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Review : Berbagai Tanaman Herbal Untuk Meningkatkan Imunitas Pada Penyakit COVID-19 Puspita, Rani Sintia
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v6i1.1697

Abstract

Coronavirus Disease atau COVID-19 menginfeksi kurang lebih 775 juta orang diseluruh dunia. Virus ini pertama diidentifikasi di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Corona virus ini adalah virus penyebab penyakit pada manusia yang diketahui menyebabkan infeksi pernapasan mulai dari flu biasa, hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Sydrome (SARS). Tumbuhan herbal dapat dijadikan sebagai produk alami bioaktif yang digunakan untuk terapi dari berbagai penyakit. Berbagai tumbuhan berpotensi menjadi salah satu alternatif pengobatan tambahan bagi pasien COVID-19 untuk menambah imunitas tubuh. Metode pengumpulan data ini dilakukan dengan melakukan peninjauan literatur (literature review) yang meliputi peninjauan data yang telah diperoleh, pengumpulan data hasil penelitian yang telah dipublikasikan, dan melakukan analisis pada data telah dipilih mengenai kandidat tumbuhan obat herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit Covid-19 pada basis data berupa Google Scholar. Tumbuhan herbal yang berpotensi pada pengobatan COVID-19 yaitu, Zingiber officinale Var Rubrum Rhizoma, Camellia sinensis, Allium sativum, Syzygium aromaticum L., Boesenbergia rotunda, Curcuma aeruginosa roxb, dan Curcuma xanthorrhiza Roxb
Review : Berbagai Tanaman Herbal Untuk Meningkatkan Imunitas Pada Penyakit COVID-19 Puspita, Rani Sintia
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v6i1.1697

Abstract

Coronavirus Disease atau COVID-19 menginfeksi kurang lebih 775 juta orang diseluruh dunia. Virus ini pertama diidentifikasi di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Corona virus ini adalah virus penyebab penyakit pada manusia yang diketahui menyebabkan infeksi pernapasan mulai dari flu biasa, hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Sydrome (SARS). Tumbuhan herbal dapat dijadikan sebagai produk alami bioaktif yang digunakan untuk terapi dari berbagai penyakit. Berbagai tumbuhan berpotensi menjadi salah satu alternatif pengobatan tambahan bagi pasien COVID-19 untuk menambah imunitas tubuh. Metode pengumpulan data ini dilakukan dengan melakukan peninjauan literatur (literature review) yang meliputi peninjauan data yang telah diperoleh, pengumpulan data hasil penelitian yang telah dipublikasikan, dan melakukan analisis pada data telah dipilih mengenai kandidat tumbuhan obat herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit Covid-19 pada basis data berupa Google Scholar. Tumbuhan herbal yang berpotensi pada pengobatan COVID-19 yaitu, Zingiber officinale Var Rubrum Rhizoma, Camellia sinensis, Allium sativum, Syzygium aromaticum L., Boesenbergia rotunda, Curcuma aeruginosa roxb, dan Curcuma xanthorrhiza Roxb
Aktivitas Tonikum Ekstrak Etanol Kulit Nanas (Ananas comosus L. Merr.) terhadap Mencit dengan Metode Natatory Exhaustion dan Induksi Tidur Puspita, Rani Sintia
PHARMACON Vol. 15 No. 1 (2026): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.15.2026.66579

Abstract

Tonikum adalah obat yang digunakan untuk meningkatkan energi atau stamina tubuh. Kulit nanas (Ananas comosus L. Merr.) mengandung flavonoid yang bersifat antioksidan dan mampu meningkatkan daya tahan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol kulit nanas terhadap efek tonikum pada mencit putih (Mus musculus) dan menentukan dosis optimalnya dengan metode natatory exhaustion dan induksi tidur. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan 25 ekor mencit jantan yang dibagi dalam lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (Kafein 100 mg), dan ekstrak etanol kulit nanas dosis 125, 250, dan 500 mg/kgBB. Pengujian tonikum dilakukan menggunakan metode natatory exhaustion dan induksi tidur dengan parameter waktu ketahanan renang dan waktu latensi tidur. Hasil perhitungan persentase efek tonikum disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit nanas memiliki aktivitas tonikum pada kedua metode pengujian. Dosis 125, 250, 500 mg/kgBB dan kontrol positif dengan persentase sebesar (48,63 ± 9,80)%, (76,50 ± 5,19)%, (79,50 ± 4,35)% dan (85,77 ± 1,50)% pada metode natatory exhaustion serta pada metode induksi tidur sebesar (27,45 ± 6,74)%, (42,18 ± 6,47)%, (51,30 ± 5,78) dan (60,70 ± 2,63)%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit nanas memiliki aktivitas tonikum terhadap mencit dengan dosis optimal sebesar 250 mg/kgBB pada metode natatory exhaustion dan induksi tidur.