This Author published in this journals
All Journal Jurnal Desain
Sunaryanto, Sunaryanto
Sekolah Tinggi Agama Islam Dirosat Islamiyah Al-Hikmah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Wacana dan perjuangan kekuasaan hijaber dalam web series religi islami: Perspektif ideologi Marxis, pluralisme kritis, dan budaya hidup Sunaryanto, Sunaryanto
Jurnal Desain Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v12i3.26679

Abstract

Tujuan penelitian ini menganalisis secara kritis perjuangan ideologi dan kekuasaan hijaber melalui mini series Harmoni Cinta produksi Film Maker Muslim Studios dan BTS The Series produksi Hijab Alila. Kerangka teori menggunakan perspektif ideologi dan kekuasaan Branston dan Stafford yang terdiri dari 3 (tiga) konsep yaitu ideologi marxis, pluralisme kritis, dan budaya hidup. Pendekatan Marxian melihat ideologi sebagai alat kekuasaan kelas dominan yang menjadikan nilai dominan tampak alami. Pluralisme kritis menganalisis pergeseran fokus ke identitas seperti gender, ras, dan etnis. Budaya hiidup berakar dari gagasan Gramscian tentang akal sehat bahwa pandangan umum terbentuk dari warisan sejarah dan ideologi yang saling bertentangan. Metode analisis data menggunakan analis wacana kritis (CDA) Norman Fairclough yang terdiri dari 3 (tiga) dimensi yaitu teks, praktik produksi dan konsumsi, serta praktik sosio kultural. Kesimpulan penelitian menunjukkan mini series Harmoni Cinta merepresentasikan pahlawan perempuan berhijab yang cantik, modern, solehah, dan melawan ideologi patriarki. Namun, hijaber dalam web series ini juga mencerminkan kebangkitan dakwah modern yang harus tunduk pada kekuasaan ekonomi Bank Syariah Indonesia (BSI). Sedangkan, BTS The Series merepresentasikan pahlawan perempuan berhijab yang cantik, modern, solehah, dan konservatif melawan pengaruh kekuasaan K-Pop dan kelompok LGBT. Web series ini merepresentasikan ideologi dakwah konservatif Felix Siauw yang membangun kekuasaan ekonominya sendiri melalui brand hijab Alila.