This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Ahmad, Abd. Kadir
Dosen Pascasarjana UTN Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PARTISIPASI ULAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DAN PANDANGANNYA TENTANG PENYELENGGARAAN MADRASAH DI INDONESIA DEWASA INI Ahmad, Abd. Kadir
Al-Qalam Vol 12, No 1 (2006)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.401 KB) | DOI: 10.31969/alq.v12i1.576

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptifkualitatif. Data diperoleh dengan menggunakan tnetodewawancara dengan beberapa orang ulama di berbagai lokasi, dan observasi.Penelitian yang berlokasi di Makassar, Palu, Kendari, Manado, Gorontalo inibertujuan untuk mengetahui fungsi dan peran ulama dalam berbagai bidangpendidikan agama, serta ide, gagasan, dan pikiran ulama terhadappenyelenggaraan pendidikan dengan sistem madrasah.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa rata-rata ulama memandang lembagapendidikan Islam kini mengalami degradsi di mata umat. Model pendidikandalam bentuk madrasah yang pada awalnya dianggap ideal karena merupakanalternatif dari adanya dikotomi tajam antara pendidikan agama (pesantren)dan pendidikan umum ternyata mengecewakan. Madrasah lelah melahirkanluaran-luaran selengah jadi dan tidak jelas orientasinya. Lembaga pendidikanpesantren yang sudah terlanjur mengikuti pola madrasah tersebut ikut menerimadampaknya. Lembaga yang pernah berjasa sebagai wadah bersemainya calondan kader ulama sekarang mulai terasa kemandulannya.Untuk membangun manusia yang ideal, menurut para ulama, perlu dibangunpendidikan berbasis akhlak. Pembangunan pendidikan berbasis akhlak ini padagilirannya menuntut adanya pengembangan tradisi yang baik di dalammasyarakat. Wujud tradisi yang baik berdasarkan moralitas agama tersebutdapat dilihal pada pengembangan budaya yang sanlun, damai untuk semuakalangan. Selain kemampuan membangun dimensi kecerdasan (fathonah)dimensi terpenting lainnya adalah dimensi pentradisian melalui kemampuanmemberikan contoh yang baik dari kalangan pemegang otoritas yangberpengaruh, lerutama pemerinlah dan kalangan pendidik.