Fatmayanti, Halinda
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) Melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Mulyati, Sri; Fatmayanti, Halinda; Rasyid, Rasyid
Jurnal LINK Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.11861

Abstract

Hipertensi, Diabetes Mellitus (DM), Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan Penyakit Kardiovaskuler (PKV) adalah jenis Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab utama kematian global. Selain intervensi konvensional, penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) juga terbukti efektif sebagai usaha preventif. Sehingga perlu adanya edukasi bagi masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat agar lebih peduli kesehatan dan memanfaatkan tanaman obat keluarga sebagai solusi murah, mudah, dan tepat guna untuk mencegah peningkatan PTM. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK RW XX Kelurahan Meteseh Tembalang di Balai RW XX Kelurahan Meteseh Tembalang pada periode bulan Mei – Desember 2023. Tahapan kegiatan terdiri dari 3 tahapan yaitu tahap persiapan (kegiatan survei dan observasi untuk mengidentifikasi PTM serta jenis TOGA yang tersedia di masyarakat, persipan media edukasi, dan koordinasi dengan kader masyaraka), tahap pelaksanaan (cek kesehatan, pre-test, sambutan, edukasi, konseling, tanya jawab, pemberian doorprize, senam bersama, dan post-test), dan tahap evaluasi (analisis hasil pre-test dan postest, serta evaluasi kegiatan). Hasil survei dan observasi terdapat 15 jenis TOGA yang umum dimanfaatkan masyarakat setempat yaitu sirih, kunyit, jahe, binahong, dan lain-lain. Peserta yang terdiri dari 48 masyarakt menunjukkan antusiasme tinggi, ditunjukkan dengan kehadiran penuh pada setiap kegiatan. Rata-rata hasil evaluasi masyarakat berada di kategori baik hingga sangat baik dengan peningkatan pengetahuan lebih dari 35%.
Rancang Bangun Alat Bantu Fiksasi Pemeriksaan Radiografi Lumbal Oblik Prastanti, Agustina Dwi; Sulistiyadi, Haris; Fatmayanti, Halinda
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol. 10 No. 1: JANUARY 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v10i1.11076

Abstract

Background: The oblique lumbar examination has been carried out. The position of object isn't object angle at 45° to the image receptor, but only estimate it. It caused not optimal image of scottie dog sign and spondylolysis (pressure in pars interarticularis). Therefore, an examination aid is needed to make it easier to obtain the position of the oblique lumbar object.Methods: This research design is a RnD study with the ADDIE model which is carried out with five stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The data is carried out by observing, designing, testing, and analyzing whether there are artifacts.Results: An oblique lumbar radiographic examination fixation aid was produced from acrylic material with a thickness of 5 mm. Acrylic is shaped like a right-angled triangular prism building which has a longer base measuring 50 cm, width 42 cm, and height 25 cm. A rectangular base with a length of 50 cm is pressed against the patient's body so that the supporting part of the angled triangle that supports the patient's lumbar region or the patient's body does not shift during an oblique lumbar radiography examination. This tool has a mass dimension of 2.5kg.Conclusion: The design of the oblique lumbar radiographic examination fixation tool resembles a right-angled triangular prism with one side tilted at a 45 degree angle to adjust the position of the object so that it can obtain a good view of the Scottie dog sign to show part of the pars interarticularis.
Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) Melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Mulyati, Sri; Fatmayanti, Halinda; Rasyid, Rasyid
Jurnal LINK Vol 21 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.11861

Abstract

Hipertensi, Diabetes Mellitus (DM), Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan Penyakit Kardiovaskuler (PKV) adalah jenis Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab utama kematian global. Selain intervensi konvensional, penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) juga terbukti efektif sebagai usaha preventif. Sehingga perlu adanya edukasi bagi masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat agar lebih peduli kesehatan dan memanfaatkan tanaman obat keluarga sebagai solusi murah, mudah, dan tepat guna untuk mencegah peningkatan PTM. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK RW XX Kelurahan Meteseh Tembalang di Balai RW XX Kelurahan Meteseh Tembalang pada periode bulan Mei – Desember 2023. Tahapan kegiatan terdiri dari 3 tahapan yaitu tahap persiapan (kegiatan survei dan observasi untuk mengidentifikasi PTM serta jenis TOGA yang tersedia di masyarakat, persipan media edukasi, dan koordinasi dengan kader masyaraka), tahap pelaksanaan (cek kesehatan, pre-test, sambutan, edukasi, konseling, tanya jawab, pemberian doorprize, senam bersama, dan post-test), dan tahap evaluasi (analisis hasil pre-test dan postest, serta evaluasi kegiatan). Hasil survei dan observasi terdapat 15 jenis TOGA yang umum dimanfaatkan masyarakat setempat yaitu sirih, kunyit, jahe, binahong, dan lain-lain. Peserta yang terdiri dari 48 masyarakt menunjukkan antusiasme tinggi, ditunjukkan dengan kehadiran penuh pada setiap kegiatan. Rata-rata hasil evaluasi masyarakat berada di kategori baik hingga sangat baik dengan peningkatan pengetahuan lebih dari 35%.
Efektivitas Software Organ Dose Modulation (ODM) dalam Penurunan Dosis Radiasi pada CT Thorax Fatmayanti, Halinda; Sulaksono, Nanang; Kurniawati, Ary
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol. 12 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v12i1.14448

Abstract

Background: CT Scanning is a diagnostic examination modality that uses radiation to obtain detailed cross-sectional images of the human body. CT thorax is a frequently performed examination to evaluate lung parenchyma, airways, and mediastinal structures. This increases collective radiation exposure, thereby increasing long-term biological effects, especially on radiosensitive organs in the thorax, such as the mammary glands, thyroid, lungs, and spinal cord. One strategy to optimize dose exposure to radiosensitive organs is to use Organ Dose Modulation (ODM) software. ODM is a CT feature that can reduce radiation exposure to radiosensitive organs. This study aims to evaluate the effectiveness of ODM in reducing radiation dose in CT thorax examinations and its impact on image quality. Methods: This experimental study using a quantitative approach was conducted by Scanning a torso phantom from August to October 2025 at Indriati Solo Baru General Hospital. Thoracic Scanning was performed with two conditions: ODM OFF and ODM ON. Radiation exposure measurements in radiosensitive areas were performed by placing TLDs over the thyroid, mammary glands, lungs, and vertebrae (spinal cord), with each measurement repeated twice. Image quality was then assessed using SNR and CNR measurements with three repeated measurements. The resulting data were analyzed descriptively and analytically to compare dose distribution and image quality when the ODM was turned off and on. Results: TLD measurements demonstrated dose redistribution when the ODM was activated. Comparison of the average dose showed a decrease in anterior radiosensitive organs, with a 2.59% decrease in the thyroid and a 16.71% decrease in the mammary glands. Conversely, there was an increase in dose in the posterior and lateral regions, with a 45.05% increase in the vertebrae and a 5.05% increase in the lungs. Image quality analysis revealed a 14.76% increase in SNR and a 28.30% increase in CNR when the ODM was activated. Conclusions: This study demonstrates that the ODM not only reduces radiation dose to anterior radiosensitive organs but also improves image quality.