Analisis kadar besi (Fe) dengan spektrofotometer UV-Vis dapat dilakukan dengan mengomplekskan Fe2+ dengan pengompleks 1,10-fenantrolin untuk menghasilkan senyawa Fe(II)-fenantrolin yang berwarna. Pada penelitian ini digunakan pereduksi hidroksilamin hidroklorida (NH2OH.HCl), natrium oksalat (Na2C2O4) dan natrium borohidrida (NaBH4) untuk mereduksi Fe3+ menjadi Fe2+ serta ion Ni2+ sebagai ion pengganggu untuk menganalisis gangguan pada analisis Fe. Penelitian dilakukan pada pH 4,5 dengan kondisi masing-masing pereduksi yang berbeda yaitu diperlukan konsentrasi 11 ppm dan waktu pendiaman 15 menit untuk pereduksi hidroksilamin hidroklorida; konsentrasi 12 ppm dan waktu pendiaman 45 menit untuk pereduksi natrium oksalat serta konsentrasi 150 ppm dan waktu pendiaman 5 menit untuk pereduksi natrium borohidrida. Panjang gelombang maksimum untuk kompleks Fe(II)-fenantrolin yaitu 510 nm untuk ketiga pereduksi. Pada penentuan kurva kalibrasi Fe(II)-fenantrolin didapatkan nilai koefisien determinasi (r2) sebesar 0,9998 untuk pereduksi hidroksilamin hidroklorida, 0,9991 untuk pereduksi natrium oksalat dan 0,9989 untuk pereduksi natrium borohidrida. Pada penelitian ini juga didapatkan hasil bahwa ion Ni2+ mulai mengganggu analisis Fe pada konsentrasi 0,08 ppm dengan nilai persen recovery sebesar 94,93% untuk pereduksi hidroksilamin hidroklorida; 94,05% untuk pereduksi natrium oksalat dan 94,79% untuk pereduksi natrium borohidrida. Berdasarkan efisiensi kinerja pereduksi, maka dapat disimpulkan pereduksi yang paling efektif dalam mereduksi Fe(III)-fenantrolin menjadi Fe(II)-fenantrolin adalah natrium borohidrida karena hanya memerlukan waktu pendiaman 5 menit.