Muchlis, Nurfahmi
Departemen Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tektonika Ruang Empat Dimensional berdasarkan Diskursus Ruang Arsitektural pada Kelompok De Stijl Awanda, Ara; Muchlis, Nurfahmi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.133511

Abstract

Definisi ruang banyak mengalami perubahan pada era modern, terutama akibat adanya perubahan cara pandang terhadap ruang dan waktu. Di era yang sama, terdapat kelompok arsitek dan seniman dengan nama De Stijl yang juga membahas dinamika ruang tersebut. De Stijl merupakan gerakan seni yang dimulai pada tahun 1917 di Belanda. Di dalam kelompok De Stijl, terdapat dua tokoh penting yang secara jelas menyatakan pendapat yang saling bertolak belakang mengenai ruang, yaitu Piet Mondrian dan Theo van Doesburg. Perancangan ini dibahas sebagai sebuah kajian terhadap konsep ruang yang diperbincangkan di dalam kelompok tersebut untuk mengetahui konstruksi dan komposisi tektonika ruang dalam arsitektur jika ditinjau pada dimensi keempat berdasarkan diskursus ruang pada De Stijl. Perancangan ini merupakan proyek eksperimental berupa penerapan teori Neoplastisisme dari kelompok De Stijl dalam upaya memahami kompleksitas tapak. Eksplorasi tektonika ruang yang dilakukan dalam perancangan mengangkat kawasan Ampel, Surabaya sebagai studi kasus perancangan arsitektur. Proses perancangan dilakukan dengan mengoperasikan transformasi formal yang sama dengan yang sudah pernah dilakukan sebelumnya terhadap arsitektur pada tapak dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip De Stijl.
Mengubah Sampah Menjadi Rumah: Solusi Inovatif untuk Permukiman Kumuh Abisca, Bonaventura Rah; Muchlis, Nurfahmi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.143165

Abstract

Permukiman kumuh merupakan tantangan global yang memerlukan solusi kreatif untuk mencapai perubahan yang positif. Selama lima puluh tahun terakhir, pemerintah berupaya mengatasi masalah ini dengan penggusuran, akan tetapi solusi ini belum sepenuhnya mengatasi akar permasalahannya. Kerja sama dan komunikasi antara pemerintah, pihak swasta, dan komunitas terlibat diperlukan untuk mengatasi masalah permukiman kumuh. Perancangan ini berfokus pada aspek desain sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan permukiman kumuh. Melalui analisis tapak dan eksperimentasi material, perancangan ini berupaya untuk mengeksplorasi material yang dianggap sebagai sampah untuk membangun rumah warga. Penggunaan material daur ulang seperti botol plastik dan ban bekas dapat mengurangi pencemaran dan memberikan solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, sembari memberdayakan komunitas untuk berpartisipasi dalam pembangunan rumah mereka sendiri sehingga memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan rasa kepemilikan dalam kampung.
Spekulasi Teori Arsitektur No-Stop City pada Abad XXI Fahmi, Rahma Luthfiyya; Muchlis, Nurfahmi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i3.133453

Abstract

Kajian mengenai konsep teoritik arsitektur era postmodern masih banyak dilakukan pada era-era selanjutnya, termasuk pada abad XXI ini. Salah satu konsep teoritik yang muncul pada era postmodern tersebut berjudul No-Stop City yang digagaskan oleh sebuah kelompok arsitek bernama Archizoom Associati sebagai bentuk kritik terhadap kondisi industri pada saat itu. Pada abad ini, kembali terjadi sebuah fenomena serupa berupa pergeseran industri yang terjadi pada tahun 2017, yaitu peralihan industri yang mulai menggunakan generative Artificial Intelligent (AI) dalam mewujudkan kustomisasi produksi massal. Penggunaan generative AI tersebut selanjutnya juga akan banyak berpengaruh pada praktik berarsitektur. Proses duplikasi dalam produksi massal fungsi arsitektur yang digagaskan pada konsep No-Stop City dapat diimplementasikan kembali pada abad XXI dengan bentuk duplikasi.