Septanti, Dewi
Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember(ITS)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Second Home dalam Hunian Pesantren melalui Behavior Setting Design Saadah, Imarotus; Septanti, Dewi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.129010

Abstract

Sarana pendidikan nonformal pondok pesantren di Indonesia menarik dan mengalami peningkatan dari masa lampau hingga sekarang. Namun, kesesakan dalam hunian (crowded) sering terjadi pada pesantren golongan menengah ke bawah yang berdampak pada masalah ruang personal dan privasi pengguna. Salah satu pondok pesantren yang mengalami permasalahan tersebut adalah pondok pesantren Darunnajah di Kabupaten Trenggalek yang difokuskan pada santri laki laki. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penyelesaian rancangan dengan metode contextualisme yang berfokus pada pendekatan arsitektur perilaku (behavior setting). Perilaku penghuni, terutama santri, dalam beraktivitas dan belajar menjadi aspek penting dalam mengurangi masalah kesesakan dan menghadirkan rancangan arsitektur yang mempertimbangkan kenyamanan penghuni. Selain santri, elemen utama yang mendukung kenyamanan hunian pesantren antara lain pengelola, pengurus, pengajar, masyarakat sekitar, hingga wali santri. Rancangan menggunakan rorce based framework sebagai alur berpikir untuk menghasilkan alur rancangan yang sesuai. Dengan mempertimbangkan force interaction dan place, kriteria desain dirancang untuk menjawab permasalahan yang ada. Konsep second home dipilih dengan memprioritaskan penghuni sebagai pertimbangan utama hadir untuk mengatasi permasalahan crowded pada hunian pesantren. Penataan massa mengikuti zoning dan fungsi massa yang menjadikan existing masjid sebagai guidline. Site terdiri dari dua fungsi : kegiatan pembelajaran dan kegiatan peningkatan skill serta pemenuhan kebutuhan hunian segi penunjang. Dengan konsep second home tersebut, penataan program ruang pondok pesantren menghasilkan penataan yang mempertimbangkan interaksi pada ruang personal dan ruang bersama yang dihadirkan dalam santri corner dan collaborative space. Hal ini menjawab kenyamanan dan privasi penghuni dengan perkembangkan dan kebutuhan pendidikan manusia di masa depan.