Samudera, Muhammad Daffa
Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Arsitektur Regionalisme dalam Identitas Objek Wisata Ranu Grati Samudera, Muhammad Daffa; Kharismawan, Rabbani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.133079

Abstract

Ranu Grati merupakan salah satu objek wisata air berupa danau yang berada di Kabupaten Pasuruan. Sebagai destinasi wisata, Ranu Grati memiliki keunggulan berupa potensi alam dan sumber daya alam, kebudayaan masyarakat lokal, dan rekreasi wisata air. Walaupun memiliki potensi wisata yang tinggi, wisata Ranu Grati masih kurang menarik minat pengunjung karena kurangnya daya tarik atau identitas pada aktivitas maupun fasilitas di Ranu Grati saat ini. Permaslahan tersebut dapat diselesaikan dengan mengunakan pendekatan regioalisme arsitektur untuk mendapatkan identitas dari objek wisata serta didukung dengan menggunakan metode force-bassed framework untuk menentukan identitas yang akan menjadi fokus dalam perancangan. Dari analisis, didapatkan force pada rancangan ini yaitu local identity dan community yang menjadikan rancangan menghadirkan identitas lokal kawasan yang terhubung dengan komunitas yang ada. Rancangan Wisata Ranu Grati mengakomodasi aktivitas utama berupa edukasi terkait aquaculture dan perikanan sekaligus aktivitas rekreasi di Ranu Grati. Penambahan fasilitas edukasi aquaculture ini bersesuaian dengan potensi lokal masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pembudidaya, nelayan, dan pemancing. Hal ini menjadikan edukasi dan rekreasi sebagai konsep dasar pada perancangan Aquaculture Edu-tourism Ranu Grati. Konsep edukasi dikembangkan melalui museum ikan air tawar dan budidaya perikanan yang terhubung dengan budidaya ikan di danau yang diakukan oleh masyarakat sekitar. Kemudian, konsep rekreasi dikembangkan melalui wisata air danau, amphitheater, dan lain sebagainya.