Bayduri, Sasha Wifda
Departemen Desain Interior, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan Produktivitas Belajar dan Bermain Anak Berkebutuhan Khusus Bayduri, Sasha Wifda; Rachmaniyah, Nanik
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i3.136918

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidup agar lebih bermartabat. Setiap warga Negara Indonesia berhak mendapat pendidikan, tak terkecuali yang berkebutuhan khusus. Sekolah inklusi merupakan salah satu bentuk perwujudan pendidikan tanpa diskriminasi karena anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak reguler dapat memperoleh pendidikan yang setara. Dalam penyelenggaraan sekolah inklusi di Indonesia, masih belum optimal. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh ketersediaan sarana dan prasarana secara optimal. Guna mengatasi permasalahan tersebut diperlukan fasilitas penunjang yang dapat menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan, dan sesuai dengan karakter anak. Pengoptimalan dan pembaruan fasilitas perlu terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Berdasarkan studi yang telah dilakukan, pengaplikasian konsep Modern Interaktif dan Ramah Anak menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas belajar dan bermain anak termasuk yang berkebutuhan khusus. Metode perancangan desain interior menggunakan metode design thinking, yang didasari oleh kebutuhan aktivitas pengguna. Dari perancangan tersebut dihasilkan desain interior berupa konsep bentuk visual diantaranya pengolahan layout, elemen pembentuk ruang dan gambar perspektif. Pengaplikasian partisi, papan sensori, dan wall padding membuat desain ruang pendidikan inklusi lebih kondusif, interaktif dan aman. Perancangan desain interior ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola sekolah inklusi di Surabaya yang berfokus pada fasilitas ruang belajar dan bermain.