Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sem-bada Kota Surabaya, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengalami kerusakan pada awal tahun 2023 di salah satu aselator IPAM Ngagel II yang mengganggu sirkulasi air dan menyebabkan penumpukan endapan di bagian bawah. Gangguan ini menurunkan efektivitas proses penjernihan air, sehingga diperlukan langkah-langkah pengendalian kualitas air produksi. Pada penelitian ini dilakukan pengendalian kualitas pada tiga parameter karakteristik kualitas air hasil produksi yang sampai pada tahap penampungan di reservoir, yaitu sisa chlor, zat organik (KMnO4), dan kekeruhan (turbidity) menggu-nakan metode peta kendali nonparametrik integrasi peta ken-dali MEWMA dengan transformasi multivariat spatial signed rank yang disebut peta kendali SSRM untuk monitoring mean proses dan peta kendali MEWMV untuk monitoring variabi-litas proses dengan unit pengamatan individu. Pada peta ken-dali fase I, ditemukan bahwa proses belum terkendali secara statistik karena terjadi pergeseran pada variabilitas dan mean. Variabel yang diduga menyebabkan pengamatan out of control adalah kekeruhan dan sisa chlor. Pada peta kendali fase II, pengamatan yang berada di luar batas kendali disebabkan oleh sisa chlor dan zat organik. Analisis kapabilitas proses menun-jukkan bahwa secara univariat, kekeruhan dan zat organik memiliki tingkat kepresisian yang baik, namun hanya kekeruh-an yang menunjukkan kinerja keakurasian yang baik. Secara multivariat, hasil produksi air belum memenuhi spesifikasi per-usahaan secara keseluruhan sehingga proses dianggap belum kapabel.