Hakim, Muhammad Saiful
Departemen Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember(ITS)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kebijakan Moneter Negara Maju, Kepemilikan Asing, dan Exchange Rate terhadap Yield Obligasi Emerging Market di Asia Diaulhaq, Juan Savero; Hakim, Muhammad Saiful; Ninglasari, Sri Yayu
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i3.123936

Abstract

Perekonomian global membuka banyak peluang bagi negara untuk menciptakan hubungan globalisasi. Namun, dalam realitanya, banyak tantangan yang harus dilewati, salah satunya yaitu krisis ekonomi. Selama tahun 2020 hingga 2022, telah banyak terjadi peristiwa yang menyebabkan perekonomian global menjadi goyah. Pandemi COVID-19 dan tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina memberikan hantaman keras bagi perekonomian, termasuk pasar keuangan. Indeks saham Amerika mengalami koreksi terparah sejak 2008 pada tahun 2022, begitu juga dengan pasar utang yang ditandai koreksi harga obligasi acuan pemerintah. Di pasar obligasi mata uang lokal negara berkembang (emerging market) Asia Timur, terjadi arus modal keluar sebesar 2,1 Miliar USD pada kuartal ke-2 tahun 2022. Emerging market menjadi destinasi investasi yang atraktif bagi investor karena memberikan potensi pertumbuhan yang besar. Namun, pasar emerging sangat rentan terhadap kondisi keuangan global. Pasar utang berperan penting dalam mendukung perkembangan suatu negara, dimana dimanfaatkan oleh pemerintah dan perusahaan sebagai sumber pendanaan kebutuhan modal melalui penerbitan surat utang (obligasi). Masuknya investor asing dapat memberikan likudiitas lebih dan menjadi katalis bagi perkembangan domestik. Namun, arus modal asing sangat sensitif terhadap sentimen global, dan dapat menyebabkan economic shocks apabila terjadi arus keluar yang massif. Berkaitan dengan krisis yang terjadi, membuat bank sentral harus menetapkan kebijakan moneter secara agresif. Perubahan cepat dari penurunan suku bunga pada tahun 2020 hingga kenaikan agresif di tahun 2022 dapat memengaruhi perilaku investor, khususnya di pasar utang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kebijakan moneter di negara maju, kepemilikan asing, dan exchange rate terhadap imbal hasil (yield) obligasi pemerintah dan perusahaan negara emerging market di Asia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengolahan data analisa regresi Ordinary Least Square.