Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep matematika yang terkandung dalam arsitektur Masjid Agung Rantau Prapat serta menjadikannya sebagai media pembelajaran alternatif dalam bidang matematika. Penelitian ini dilaksanakan di Masjid Agung Rantau Prapat, yang terletak di Jl. Jend. Ahmad Yani No. 156, Kartini, Kec. Rantau Selatan, Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara. Subjek penelitian melibatkan pengurus masjid yang memahami sejarah bangunan tersebut. Metode etnografi dengan tujuh tahapan diterapkan untuk mendukung pendekatan etnomatematika dalam studi ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Konsep-konsep matematika diidentifikasi dengan menganalisis struktur bangunan masjid melalui pengamatan dan pengambilan foto. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperkuat dengan teknik triangulasi metode. Informasi sejarah Agung Rantau Prapat diperoleh dari wawancara dan kajian literatur. Hasil penelitian mengungkapkan adanya unsur-unsur geometri seperti persegi, persegi panjang, segitiga, belah ketupat, setengah bola, lingkaran, tabung, balok, kubus dan limas segi delapan. Temuan ini kemudian dijadikan produk etnomatematika yang berfungsi sebagai media pembelajaran matematika. Selain itu, penelitian ini memberikan contoh penerapan konsep matematika dalam kehidupan nyata, sehingga diharapkan dapat mendukung pembelajaran kontekstual. Kesimpulannya adalah Masjid Agung Rantau Prapat merupakan bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Bilah yang memadukan nilai religius, budaya, dan estetika, juga menunjukkan bahwa masjid memiliki unsur geometri bangun datar dan bangun ruang. Unsur-unsur ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika kontekstual berbasis etnomatematika, serta menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah saja akan tetapi juga sebagai sumber edukatif yang bernilai historis dan edukatif.