Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Kegiatan Syahrul Lughoh terhadap Peningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Arab Mahasiswi STIT Madani Yogyakarta Tahun 2024 Imroatul Toyibah Nurrohim; Amrin Mustofa
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025): April: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v3i2.2226

Abstract

This study examines the effectiveness of the Syahrul Lughoh program in improving Arabic speaking skills among female students at STIT Madani Yogyakarta in 2024. The research uses a quantitative approach with a non-experimental survey design, involving 36 respondents selected through purposive sampling from the second, fourth, sixth, and eighth-semester students. The data analysis shows a mean score of 3.384 and a mode of 4, indicating the program’s high effectiveness in enhancing Arabic speaking skills. Among the various activities, the Ilqoul Mufrodat program proved to be the most effective, with a mean score of 3.569, followed by Daurah Masyaikh (3.379), Kitab Al-‘Arabiyyah Baina Yadaik (3.351), and Arabic Fun (3.235). These programs contributed significantly to improving students' abilities in vocabulary, grammar, fluency, pronunciation, and confidence in speaking Arabic. Key supporting factors for the success of the program include a pesantren-based environment that promotes daily Arabic use, a strong academic culture requiring Arabic in both academic and religious activities, and an interactive teaching method based on halaqah. However, challenges such as rushed preparation, insufficient mentor training, limited facilities, and low student motivation hindered the program’s effectiveness. The findings suggest areas for improvement in future program implementations.
Penguatan Peran Majlis Taklim Ummahat Melalui Melaui Program Kegiatan Bakti Sosial Sebagai Strategi Pemberdayaan Komunitas Di Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta: Penelitian Amrin Mustofa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan Majlis Taklim Kelompok Belajar Ummahat (KBU) di Sitimulyo, Piyungan, Bantul, melalui pengembangan program bakti sosial yang terstruktur dan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan anggota KBU dalam setiap tahap penelitian, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Proses partisipatif ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengurus KBU dalam merancang dan mengelola kegiatan sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi program, Focus Group Discussion (FGD) untuk identifikasi masalah dan perencanaan kegiatan, serta pelaksanaan bakti sosial yang melibatkan langsung anggota KBU. Selain itu, kegiatan juga mencakup pelatihan dakwah yang lebih moderat dan berbasis budaya lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan evaluasi kegiatan untuk menilai perubahan yang terjadi setelah intervensi dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas kelembagaan KBU, dengan lebih dari 80% kegiatan sosial yang dilakukan memiliki perencanaan yang lebih matang dan evaluasi yang sistematis. Selain itu, terjadi perubahan signifikan dalam model dakwah, dari yang eksklusif menjadi lebih moderat dan inklusif, yang dapat diterima oleh masyarakat yang lebih luas. Keterlibatan aktif anggota KBU dalam setiap tahap kegiatan juga menunjukkan peningkatan partisipasi yang tinggi, yang berkontribusi pada keberhasilan program bakti sosial. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan dana dan sumber daya, yang memerlukan kolaborasi lebih lanjut dengan pihak eksternal untuk memastikan keberlanjutan program.