Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELASI ARTISTIK: INTEGRASI NILAI DAN ESTETIKA DALAM KARYA TARI KONTEMPORER “BERSILAT” Alfiyanto; Erwin Mardiansyah; Sauqi Rajo Al Dunyaa
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencak Silat merupakan seni bela diri tradisional Indonesia yang tidak hanya menekankan pada aspek fisik, tetapi juga sarat akan nilai-nilai budaya dan moral. Sejak diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO pada tahun 2019, Pencak Silat semakin dipandang sebagai bagian penting dari pendidikan karakter bangsa. Praktik pem-belajarannya, terutama di wilayah perkotaan dan institusi pendidikan seni, masih cenderung menekankan hafalan gerak dan bentuk jurus tanpa menggali makna filosofis dan nilai-nilai batiniah yang terkandung di dalamnya. Artikel ini membahas proses kreatif dalam penciptaan karya tari kontemporer berjudul “Bersilat” sebagai media edukasi yang mengintegrasikan unsur kepekaan raga, rasa, pikir, dan imajinasi. Karya ini dikembangkan bersama anak-anak dan remaja dari beberapa paguron di Kampung Ciganitri sebagai upaya menggali esensi Pencak Silat sebagai pendidikan jasmani, mental, dan spiritual. Dengan pendekatan artistik, penciptaan ini diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam Pencak Silat, serta memperkuat fungsi edukatif seni bela diri sebagai pembentuk karakter generasi muda.
The Validity Of Contracts And Ethics Of Tiktok Affiliate Marketing From The Perspective Of Fiqh Muamalah Mohammad Samsul Arifin; Muhammad Juhariyanto; Alfiyanto
SOUTHEAST ASIA JOURNAL oF GRADUATE OF ISLAMIC BUSINESS AND ECONOMICS Vol. 4 No. 3 (2026): January
Publisher : Pascasarjana, Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/sajgibe.v4i3.4467

Abstract

The TikTok Affiliate Program, integrated within the TikTok Shop ecosystem, has become a significant digital business phenomenon in Indonesia, particularly among the Muslim community. This study aims to examine the validity of contracts (akad) within the TikTok affiliate program based on the principles of fiqh muamalah, and to evaluate digital business ethics according to maqasid al-shariah and the characteristics of Islamic marketing. Using a normative qualitative approach, this research analyzes classical fiqh literature, electronic commerce regulations, and TikTok affiliate practices. The findings indicate that the TikTok affiliate program can be classified as an agreement of ju‘alah or samsarah, which is considered valid under Islamic law as long as it fulfills the conditions of lawful objects, contract transparency, and the absence of gharar (uncertainty) or riba (usury). However, ethical challenges such as misleading promotions and regulatory violations—necessitate the strengthening of sharia-based guidelines. This study recommends fiqh muamalah education for affiliates and the development of sharia-based regulations by the TikTok platform to ensure ethical digital business practices.