Yolla Novita Dermawan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Rasio Pasar, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Financial Distress, Dan Leverage Terhadap Opini Audit Going Concern (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Customer Non-Cylicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Tahun 2021-20 Yolla Novita Dermawan
Global Accounting Vol. 4 No. 1 (2025): Global Accounting : Jurnal Akuntansi
Publisher : Fakultas Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini ditujukan menelaah pengaruh rasio pasar, profitabilitas, ukuran entitas perusahaan, tekanan keuangan (financial distress), dan tingkat leverage pada opini audit goingconcern pada perusahaan manufaktur sub sektor consumer non-cyclicals yang tercatat di BEI periode 2021–2023. Opini going concern menjadi sinyal penting dari auditor terkait keberlangsungan operasional suatu entitas dalam jangka panjang. Variabel yang dikaji terdiri atas price to earning ratio (rasio pasar), return on assets (profitabilitas), total aset (ukuran perusahaan), debt to equity ratio (financial distress), serta debt to asset ratio (leverage). Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan di BEI. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling, dengan kriteria khusus agar mencerminkan kondisi aktual perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan regresi logistik berbantuan perangkat lunak statistik untuk menguji keterkaitan antara variabel-variabel tersebut terhadap opini audit going concern. Temuan kajian menunjukkan bahwasanya financial distress dan leverage memiliki pengaruh signifikan pada opini going concern. Perusahaan dengan tekanan keuangan tinggi dan tingkat leverage rendah cenderung lebih berisiko memperoleh opini tersebut. Sebaliknya, rasio pasar, profitabilitas, dan ukuran perusahaan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap opini auditor. Temuan ini memberikan pandangan strategis bagi manajemen, auditor, dan investor dalam mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan. Bagi regulator, hasil ini juga dapat menjadi dasar untuk memperkuat pengawasan terhadap perusahaan yang menunjukkan potensi risiko keberlanjutan usaha. Melalui pemahaman terhadap faktor-faktor ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menghadapi dinamika dan tekanan industri manufaktur ke depan.