Damanik, Elia Margaretha br.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Orangtua Mengatasi Kecanduan Bermain Game Online Pada Remaja Di Kelurahan Bagan Besar Kota Dumai Damanik, Elia Margaretha br.; Indrawati, Indrawati
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 5.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Bagan Besar Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai yang bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang melatarbelakangi remaja kecanduan game online di Kelurahan Bagan Besar dan untuk mengetahui apa saja dampak yang ditimbulkan dari kecanduan bermain game online di Kelurahan Bagan Besar. Manfaat dari penelitian dapat berguna secara teoritis maupun praktis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial dari Max Weber, dalam tindakan sosial ini berkaitan dengan topik yang diteliti yang dimana dalam tindakan yang dilakukan oleh anak yang kecanduan bermain game online termasuk dalam kategori tindakan afektif tindakan tersebut ditentukan atau dipengaruhi oleh perasaan emosi si pemain/aktor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis fenomena yang terjadi serta memberikan penjelasan secara mendalam dan lebih rinci mengenai peran orang tua terhadap kecanduan remaja dalam bermain game online dan pengumpulan data dengan cara observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa kecanduan game online telah menghasilkan sejumlah dampak negatif pada remaja, termasuk penurunan minal dalam sekolah, kurangnya interaksi sosial dengan keluarga dan teman-teman, serta penurunan prestasi akademik dan kesejahteraan secara keseluruhan. Maka dari itu, disini orangtua memegang peranan penting dalam mengatasi dan mencegah kecanduan game online pada remaja. Mereka secara aktif mencari solusi, seperti memberikan batasan waktu bermain, mengalihkan perhatian ke kegiatan positif, dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia digital.