Rosyidah, Zuhro
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN REMAJA DI LINGKUNGAN KELUARGA DAN KOMUNITAS SAAT PANDEMI COVID-19 Rosyidah, Zuhro
Journal Community Service Consortium Vol 3 No 2 (2023): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v3i2.4260

Abstract

Perundungan, kekerasan teman sebaya dan kekerasan fisik telah lama diidentifikasi dalam berbagai studi, 1 pada tiap 5 siswa (usia 13–15) mengalami perundungan di sekolah (GSHS 2015). Perilaku perundungan pada umumnya sangat dipengaruhi faktor gender dan terkait erat dengan dinamika kekuasaan dan hubungan sosial, ketidaksetaraan gender, seksualitas, dan orientasi gender (identitas gender). Pandemi Covid-19 memperparah kesenjangan yang dihadapi anak-anak dan remaja dan perempuan di Indonesia. Sebagai negara terluas dan jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara, Indonesia memiliki jumlah kasus infeksi Covid-19 tertinggi. Per 11 Oktober 2021, lebih dari 4.2 juta orang terinfeksi (51% perempuan) dengan angka kematian mencapai 142,173 (48% perempuan) telah terkonfirmasi. Sebagai tambahan dampak langsung pandemi Covid-19 juga berdampak pada anak-anak, sedangkan dampak tidak langsung adalah pada kesehatan dan tumbuh kembang anak, sebagai dampak dari layanan kesehatan yang terbebani pandemi, hilangnya pendapatan rumah tangga, terhentinya layanan pencegahan penyakit seperti imunisasi anak sangat signifikan dan menyebar ke seluruh negeri. Penutupan sekolah mengganggu kegiatan belajar mengajar dan kesehatan anak dan remaja serta meningkatkan beban orang tua dalam perawatan anak. Pada masa awal berdamai dengan virus dan kembali hidup normal. FGD sebagai metode pengumpulan data kualitatif yang mempertemukan satu atau dua peneliti dengan beberapa peserta sebagai kelompok untuk mendiskusikan suatu topik penelitian. Seorang peneliti sebagai moderator berperan memimpin diskusi dengan meminta peserta untuk menanggapi pertanyaan terbuka, sedangkan peneliti kedua berperan mencatat jalannya diskusi secara rinci. Irwanto (2006) mendefinisikan FGD sebagai suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok. Selanjutnya, dikemukakan bahwa tujuan FGD adalah mengumpulkan informasi tentang opini, keyakinan, sikap, persepsi masyarakat, dan bukan untuk memperoleh konsensus atau keputusan. Adapun peran remaja bagi peserta adalah remaja berperan untuk menyampaikan ide sebagai agent of change dan berkreasi sebanyak mungkin, menjadi sosok yang open minded dan peka terhadap lingkungan. Remaja diharapkan berperan sesuai profesi, yaitu berperan untuk memperbanyak ilmu sebanyak mungkin dan dapat bermanfaat dengan ilmu yang didapatkan untuk membantu sesama dan yang pasti remaja harus memiliki jiwa kepemimpinan dan skill komunikasi yang baik. Selain itu, juga diharapkan dapat menjaga stabilitas dan mencairkan suasana tegang di keluarga dengan memiliki keterbukaan, mengukir prestasi membantu untuk meringankan beban orang tua, mampu andil dalam menjaga keutuhan keluarga, berperan dalam mengambil keputusan, serta meneruskan kejayaan keluarga.