Di Indonesia, keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan bahasa memperkaya negara, menumbuhkan persatuan di bawah semboyan Bhineka Tunggal Ika. Keberagaman ini meningkatkan budaya Indonesia, dengan masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri, yang berkontribusi pada keharmonisan sosial. Pendidikan adalah usaha sadar untuk mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif tempat peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya dalam kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Perkembangan peradaban global yang pesat, termasuk globalisasi budaya, telah menyebabkan terjadinya banjir budaya. Untuk mengatasi banjir budaya, kembali ke budaya lokal, khususnya melalui kesenian Jawa seperti tembang Macapat, dapat menjadi solusi. Tembang macapat mengandung unsur estetika, etika, dan sejarah yang perlu diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dipahami dan sederhana agar dapat memberikan energi metafisik kepada pendengar atau pembacanya, sehingga memengaruhi nilai-nilai karakter. Pendidikan bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter yang mulia, dengan karakter yang bersumber dari tuntunan untuk membedakan benar dan salah, menekankan pentingnya pembinaan karakter pada individu sejak usia dini melalui pendidikan dasar. Integrasi tembang macapat dalam pendidikan karakter di sekolah dasar merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan pembentukan peserta didik agar menjadi pribadi yang berkarakter tangguh dan berakhlak mulia.