Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS GARIS SEMPADAN SUNGAI (STUDI KASUS SEPANJANG KALI PESANGGRAHAN DAERAH DESA MERUYUNG KECAMATAN LIMO KOTA DEPOK JAWA BARAT) ANGGRAINI, LUSI RESTI
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 7, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v7i2.20948

Abstract

Kepadatan penduduk di indonesia semakin hari semakin meningkat. tercatat pada tahun 2022 meningkat  sebanyak 1.17 % dari tahun sebelumnya. data ini pastinya menyangkut peningkatan jumlah penduduk Di  kota depok. Dengan meningkatnya jumlah penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan lahan  untuk fasilitas kebutuhan penduduk. terutama untuk pembangunan rumah tinggal. Kepadatan penduduk  berdampak buruk bagi sekitar, baik untuk alam atau manusia itu sendiri. seperti yang terjadi di salah satu wilayah di kota depok terutama di desa meruyung sering terjadi banjir dari luapan kali pesanggrahan. Hal ini bisa diakibatkan karena posisi rumah warga yang terlalu dekat dengan sungai yang akhirnya menyebabkan  rumah terkena luapan sungai ketika curah hujan sekitar meningkat. Hal ini bisa dipengaruhi oleh  ketidaksesuaian garis sempadan sungai yang digunakan oleh setiap pemilik rumah terhadap peraturan  daerah setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak rumah yang tidak  memperhatikan peraturan garis sempadan sungai di daerah tersebut. Pengolahan data dilakukan melalui  software untuk mempermudah analisa jarak antara rumah dengan bibir sungai yang nantinya akan dihitung sesuai peraturan daerah setempat. Hasil dari analisa dapat disimpulkan bahwa didapat hanya 19 % dari jumlah bangunan yg berada di pinggiran kali pesanggrahan yang melanggar garis sempadan sungai  pada Kali Pesanggrahan di Desa Meruyung Kecamatan Limo Kota Depok Jawa Barat.  
Transformasi The Park Mall Sebagai Ruang Publik Dan Implikasi Terhadap Pertarungan Kelas Di Kota Semarang ANGGRAINI, LUSI RESTI
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 7, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v7i1.20896

Abstract

Public spaces as one of the elements reflecting the unique character of a society in achieving common goals. However, what happens if the space built as a public space is merely a discourse that does not realize the functions of a public space? The Park Mall Semarang serves as a space functioning as a public area, but due to social phenomena such as the emergence of new public spaces, The Park Mall has transformed into a discourse on public spaces, with implications for the class struggle among its visitors. This research is a preliminary study aimed at addressing the problem formulation related to the discourse of public spaces.This study uses a qualitative method with a grounded theory approach, collecting samples from the conditions of The Park Mall and the surrounding canal, as well as interviewing visitors in these two locations.The results indicate that the transformation of The Park Mall is influenced by different habitus, arenas, and cultural capital, which are closely related to class struggles where each group has its own objectives in advocating for their interests. Their ways of advocating involve articulating discourses that continuously nurture differences, which contributes to the class struggle.Thus, class struggle will always have implications for social changes, one of which is the transformation of The Park Mall, the subject of this research.