UMKM memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk di Kabupaten Bekasi. Namun, akses terhadap permodalan yang terbatas menjadi salah satu hambatan utama dalam pengembangan usaha. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah bersama Koperasi Simpan Pinjam (KSP) menyalurkan bantuan dana melalui program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) guna memperkuat permodalan pelaku UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bantuan dana modal dari KSP terhadap peningkatan pendapatan UMKM di Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Open Data Jawa Barat. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh dana modal terhadap pendapatan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran bantuan dana modal oleh KSP, khususnya melalui program UMi, memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan UMKM. Namun, efektivitas bantuan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti dampak pandemi COVID-19 serta faktor internal seperti rendahnya kapasitas manajerial pelaku UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa bantuan modal saja belum cukup, sehingga perlu disertai dengan program pelatihan dan pendampingan usaha untuk mengoptimalkan hasilnya. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengambil kebijakan dan lembaga keuangan mikro dalam merancang strategi pemberdayaan UMKM yang lebih komprehensif. Manfaat penelitian ini juga dirasakan oleh pelaku UMKM sebagai dasar dalam meningkatkan pengelolaan dana usaha secara efektif. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar menggunakan data primer melalui survei langsung kepada pelaku UMKM agar diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kendala dan potensi yang mereka hadapi secara nyata dalam mengakses dan memanfaatkan bantuan modal