Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, UMKM memberikan kontribusi terbesar terhadap penyerapan tenaga kerja dan Produk Domestik Bruto (PDB). Seiring dengan perkembangan UMKM, masih terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM. Permasalahan tersebut disebabkan oleh keterbatasan modal kerja, kualitas dan daya saing produk, rendahnya keterampilan sumber daya manusia, serta kurangnya manajemen ilmiah dan teknis dalam proses produksi dan distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran keunggulan bersaing sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara penerapan etika bisnis Islam terhadap kinerja UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan random sampling, sehingga diperoleh 69 responden pelaku UMKM di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Metode analisis data yang digunakan adalah SEM-PLS dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Berdasarkan pengolahan dan analisis data, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Etika Bisnis Islam terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai koefisien jalur (0,814) dan p-value (0,000 < 0,05). Selain itu, terdapat pengaruh signifikan antara variabel etika bisnis Islam terhadap kinerja UMKM dengan nilai koefisien jalur (0,341) dan p-value (0,033 < 0,05). Keunggulan bersaing juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM dengan nilai koefisien jalur (0,368) dan p-value (0,030 < 0,05). Keunggulan bersaing berperan sebagai mediasi dalam pengaruh etika bisnis Islam terhadap kinerja UMKM dengan nilai koefisien jalur (0,300) dan p-value (0,035 < 0,05).