Pengendalian kualitas jaring monofilament dan multifilament di PT Arteria Daya Mulia Cirebon masih berorientasi pada final inspection, sementara data produksi, pemeriksaan kualitas, dan setelan proses belum terintegrasi dalam satu alur keputusan. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi pendukung keputusan kualitas berbasis web yang mengintegrasikan Quality Control Circle (QCC), Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), pendekatan Taguchi, Analysis of Variance (ANOVA), dan Quality Loss Function (QLF). FMEA digunakan sebagai alat prioritisasi risiko pada tahap QCC, sedangkan ANOVA sebagai evaluasi statistik pendukung Taguchi. Dataset mencakup 14 observasi produk-bulanan monofilament dan 9 observasi multifilament dengan 55.454 dan 26.526 unit diperiksa. Rekonsiliasi menghasilkan total defect 49.420 pcs pada monofilament dan 20.222 pcs pada multifilament; RPS multifilament mencapai 15.868 pcs (78,47%). RPN tertinggi adalah RR monofilament sebesar 80 dan RPS multifilament sebesar 72. Respons historis dinormalisasi menjadi defect rate karena volume pemeriksaan berbeda. RPM monofilament tercatat 18, 17, dan 17 RPM, sehingga data historis tidak memenuhi rancangan L9 tiga-level yang orthogonal; seluruh p-value ANOVA awal juga >0,05 sehingga tidak digunakan untuk menyatakan pengaruh kausal atau optimum terkonfirmasi. QLF menunjukkan estimasi kerugian tertinggi pada multifilament sebesar Rp40.000.000/hari. Sistem Laravel-MySQL menerapkan RBAC Admin Produksi dan Admin QC, menyediakan aliran data near real-time pada level aplikasi setelah input pengguna, serta diverifikasi melalui black-box dan pembandingan perhitungan dengan Microsoft Excel.