Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KAJIAN PENGGUNAAN KAPAL RO-RO SEBAGAI ALTERNATIF DALAM DISTRIBUSI LOGISTIK PADA KORIDOR JAKARTA – SURABAYA M. Anjar Pamungkas
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS) Vol 5, No 1 (2024): Journal of Applied Science (JAPPS)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/japps.v5i1.351

Abstract

The Pantura route is the main cross-corridor of the national economy that plays a major role in the national goods and services industry, most of the logistics delivery activities through this route use the road mode as one of the most choices. With limited road load and capacity, the Pantura route experiences many transportation problems that arise, from congestion, road damage due to overloading, increased road maintenance and maintenance costs and impacts on the environment, as well as other impacts that occur. Therefore, it is necessary to have other alternatives in organizing logistics in the Pantura corridor besides the road mode. The purpose of this study is to assess the potential of RO-RO as an alternative mode in the logistics of goods in the Pantura by comparing the cost structure between trucks and RO-RO modes, and formulating the RO-RO operating system for the Jakarta-Surabaya route or vice versa, by modeling the probability of switching modes using the Stated Preferences method. The variables used in this study are cost and travel time. By analyzing the reasons for choosing the mode used with the highest level of importance are cost and travel time. The conclusion of this study is that although the RO-RO fare is more expensive, but in general, the decrease in the level of road load and maintenance costs of the Pantura route can be transferred to the RO-RO operation plan
Optimalisasi Penentuan Rute Terbaik Pelayaran Berbasis Analisis Big Data untuk Efisiensi Bahan Bakar Kapal Laut Setiawan, Ariyono; Bin Abdul Hadi, Abdul Razak; Widyaningsih, Upik; Pamungkas, Anjar
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.062024.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute pelayaran dengan menerapkan big data analytics guna meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dengan memanfaatkan data real-time dan historis, studi ini mengidentifikasi rute paling efisien untuk meminimalkan konsumsi bahan bakar tanpa mengorbankan efektivitas operasional. Berbasis pada teori logistik maritim, analitik big data, dan efisiensi bahan bakar, penelitian ini menggabungkan model optimasi rute, prakiraan cuaca, serta analisis kinerja kapal untuk mendukung pengambilan keputusan navigasi. Selain itu, dampak regulasi IMO MARPOL Annex VI, khususnya EEDI dan SEEMP, turut dipertimbangkan dalam upaya optimalisasi efisiensi energi. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran, yang mengombinasikan analisis kuantitatif dari data AIS, laporan cuaca, serta catatan konsumsi bahan bakar dengan algoritma pembelajaran mesin untuk optimasi rute. Analisis korelasi Pearson mengevaluasi hubungan antara kecepatan, jarak, waktu tempuh, dan konsumsi bahan bakar. Studi kasus digunakan untuk memvalidasi model yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar sangat dipengaruhi oleh kecepatan kapal, dengan kecepatan lebih tinggi meningkatkan konsumsi bahan bakar. Korelasi negatif ditemukan antara waktu tempuh dan konsumsi bahan bakar harian, menunjukkan bahwa pelayaran lebih lambat dapat meningkatkan efisiensi. Studi ini menekankan pentingnya pemrosesan data real-time dalam penyesuaian rute berdasarkan cuaca, kemacetan, dan efisiensi energi. Penelitian ini menawarkan pendekatan inovatif berbasis data dalam perencanaan rute, berbeda dari metode tradisional yang mengandalkan bagan statis dan pengalaman. Integrasi big data dalam logistik maritim dapat mengurangi emisi, menekan biaya, serta meningkatkan keberlanjutan operasional.
Multivariate Risk Analysis of Echotoxic Chemicals of Ballast Water Chemicals Based on PCA and DSS Using ECOTOX GISIS Data Setiawan, Ariyono; Widyaningsih , Upik; Pamungkas, Anjar; Bin Abdul Hadi, Abdul Razak; Dewi, Deshinta Arrova
Maritime Park: Journal of Maritime Technology and Society Volume 4, Issue 3, 2025
Publisher : Department of Ocean Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/mp.vi.44925

Abstract

This study proposes a multivariate risk classification model for ballast water treatment chemicals by integrating global datasets—ECOTOX (U.S. EPA) and GISIS (IMO). Using Principal Component Analysis (PCA), we analyze 37 substances based on acute toxicity (LC50), chronic toxicity (NOEC), and bioaccumulation potential (BCF). The aim is to provide a practical, data-driven tool to support ecological compliance, early warnings, and regulatory prioritization in maritime chemical management. Results show that 43.24% of substances fall into the high-risk category, while only 8.11% are low risk. PCA effectively reduces dimensionality, explaining 73.63% of variance with just two components. High-risk chemicals such as Dibromoacetic acid and Dichloroacetonitrile exhibit low NOEC and high BCF values—indicating significant ecotoxic potential, often underregulated. Some commonly used oxidants also reveal hidden chronic toxicity, suggesting gaps in current risk frameworks post-BWM Convention. We construct a risk-scoring matrix and chemical heatmap to visualize ecotoxic profiles, enabling real-time risk ranking and decision support. Unlike previous studies that focus solely on toxicity thresholds or narrative reviews, this approach integrates empirical data with decision logic to aid Port State Control (PSC) and IMO policy design. The method is replicable and adaptable to other maritime pollutants, especially in the ASEAN context, enhancing smart port readiness and ecological safeguarding.
Implementasi Bahasa Asing Pada Proses Rekrutmen Dan Penempatan Crew Kapal Di PT Equinox Bahari Utama Savanatu Rahma Shalawati; Elly Kusumawati; Upik Widyaningsih; Anjar Pamungkas
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.9841

Abstract

Dalam Maritime Labour Convention (MLC) menegaskan pentingnya memastikan bahwa crew memiliki pemahaman yang memadai tentang bahasa yang digunakan di kapal, terutama terkait dengan keselamatan, keamanan, dan operasi kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bahasa asing dalam proses rekrutmen dan penempatan calon crew kapal, serta mengetahui kendala yang muncul dan upaya yang dapat dilakukan PT. Equinox Bahari Utama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan selama Praktik Darat (Prada) di PT. Equinox Bahari Utama terhitung dari bulan Juli 2024 hingga Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa asing yakni bahasa inggris telah menjadi standar utama dalam seluruh tahapan rekrutmen dan penempatan crew kapal, namun ditemukan kendala seperti kasus miskomunikasi diatas kapal yang menyebabkan crew diturunkan sebelum kontrak selesai, serta keterbatasan ETO sehingga perusahaan mempertimbangkan kemampuan teknis yang bagus walaupun kemampuan bahasa masih dasar. Upaya perusahaan meliputi pelaksanaan English Training dan evaluasi kinerja berkala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi bahasa asing di EBU sudah berjalan sesuai prosedur, tetapi masih perlu diperkuat melalui simulasi wawancara dan pelatihan komunikasi lintas budaya agar crew siap bekerja di lingkungan multinasional.
Analisis Hubungan Usia, Masa Kerja Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (Studi Kasus Di Pelabuhan Umum Gresik) Shalsa Dhela Putri Rahayu; Bugi Nugraha; Eddi Eddi; Anjar Pamungkas
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i3.10542

Abstract

Kegiatan bongkar muat di pelabuhan memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta menganalisis hubungan karakteristik tersebut dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional deskriptif dan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pada 50 responden. Data dianalisis secara deskriptif dan frekuensi kemudian dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) berusia lebih dari 25 tahun, memiliki masa kerja lebih dari 5 tahun, dan tingkat pendidikan didominasi lulusan Sekolah Dasar. Tingkat kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berada pada kategori tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,352 (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Nilai p-value = 0,017 (p < 0,05) menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara masa kerja dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta nilai p-value = 0,046 (p < 0,05) menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dengan masa kerja lebih lama dan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung lebih patuh dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang layak, serta pelatihan keselamatan kerja berkelanjutan untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja.
A SWOT Analysis of Greenhouse Gas Emission Reduction Implementation at the Port of Tanjung Perak, Surabaya Shofa Dai Robbi; Anugrah Nur Prasetyo; Prima Yudha Yudianto; M. Anjar Pamungkas
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3854

Abstract

Approximately 2.89% of the world’s carbon footprint can be attributed to the shipping sector. To mitigate this impact, the International Maritime Organization (IMO) established the MARPOL Annex VI regulations, which impose stringent limits on sulfur oxides (SO_x), nitrogen oxides (NO_x), and carbon dioxide (CO_2) emissions. As an archipelagic nation, Indonesia faces unique strategic and operational challenges in achieving regulatory compliance. This study evaluates the implementation of MARPOL Annex VI at Tanjung Perak Port, Surabaya, utilizing a SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) analysis framework. A mixed-methods approach was employed, integrating qualitative insights with quantitative data derived from stakeholder questionnaires. The analysis identifies key internal and external factors influencing the adoption of green shipping practices. Findings indicate that Indonesia’s transition requires a tripartite strategy: robust regulatory frameworks, technological innovation, and human capital development. Key recommendations include strengthening the enforcement of monitoring systems—specifically Measurement, Reporting, and Verification (MRV)—and introducing economic instruments such as an Emissions Trading System (ETS). Furthermore, the adoption of energy-efficient technologies and alternative marine fuels is critical. This research aligns with Sustainable Development Goals (SDGs) 7, 9, 13, and 14, providing a roadmap to enhance the maritime industry's competitiveness while contributing to global decarbonization targets.
Formulating a Maritime Risk Matrix Based on Ancient Text Quantification: Man-Made versus Natural Risks Vigih Hery Kristanto; Suharto Suharto; Dyah Purwitasari; M. Anjar Pamungkas
Siber Journal of Transportation and Logistics Vol. 4 No. 1 (2026): (SJTL) Siber Journal of Transportation and Logistics (April - June 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjtl.v4i1.910

Abstract

Contemporary maritime safety management generally relies on technical approaches, whereas historical analyses can provide a fundamental perspective regarding disaster taxonomy. This research aims to elaborate on the threat weight divergence between human-induced risk variables (Man-Made Risk) and Natural Risk extracted from a corpus of ancient texts, as well as to examine their implications for mapping the ALARP tolerance limits in maritime regulations. This study employs an explanatory quantitative approach integrating computational linguistics with the Formal Safety Assessment (FSA) framework. Ten maritime hazard keywords were converted into absolute numerical units using the Hisab Al-Jummal system of the Masyriqi school, normalized, and calibrated with empirical probabilities to map the Risk Score on a 5×5 matrix. The analysis results prove that Man-Made Risk, specifically the keyword zulm meaning negligence and regulatory violations clearly dominates the hazard hierarchy in the Unacceptable Region with the highest score. Conversely, natural physical threats such as high waves with the keyword mawj have been effectively reduced to acceptable levels due to the standardization of modern ship architecture. The findings indicate prioritize regulatory enforcement that extreme natural conditions essentially act as an initial trigger, while negative human intervention is the primary catalyst for mass maritime tragedies. In conclusion, the results of this study are crucial in encouraging a shift in maritime mitigation strategies so that they do not solely focus on avoiding extreme weather, but rather prioritize regulatory enforcement, regulatory audits, and the strengthening of safety culture.
Implementasi Bahasa Asing Pada Proses Rekrutmen Dan Penempatan Crew Kapal Di PT Equinox Bahari Utama Savanatu Rahma Shalawati; Elly Kusumawati; Upik Widyaningsih; Anjar Pamungkas
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.9841

Abstract

Dalam Maritime Labour Convention (MLC) menegaskan pentingnya memastikan bahwa crew memiliki pemahaman yang memadai tentang bahasa yang digunakan di kapal, terutama terkait dengan keselamatan, keamanan, dan operasi kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bahasa asing dalam proses rekrutmen dan penempatan calon crew kapal, serta mengetahui kendala yang muncul dan upaya yang dapat dilakukan PT. Equinox Bahari Utama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan selama Praktik Darat (Prada) di PT. Equinox Bahari Utama terhitung dari bulan Juli 2024 hingga Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa asing yakni bahasa inggris telah menjadi standar utama dalam seluruh tahapan rekrutmen dan penempatan crew kapal, namun ditemukan kendala seperti kasus miskomunikasi diatas kapal yang menyebabkan crew diturunkan sebelum kontrak selesai, serta keterbatasan ETO sehingga perusahaan mempertimbangkan kemampuan teknis yang bagus walaupun kemampuan bahasa masih dasar. Upaya perusahaan meliputi pelaksanaan English Training dan evaluasi kinerja berkala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi bahasa asing di EBU sudah berjalan sesuai prosedur, tetapi masih perlu diperkuat melalui simulasi wawancara dan pelatihan komunikasi lintas budaya agar crew siap bekerja di lingkungan multinasional.
Analisis Hubungan Usia, Masa Kerja Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (Studi Kasus Di Pelabuhan Umum Gresik) Shalsa Dhela Putri Rahayu; Bugi Nugraha; Eddi Eddi; Anjar Pamungkas
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i3.10542

Abstract

Kegiatan bongkar muat di pelabuhan memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta menganalisis hubungan karakteristik tersebut dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional deskriptif dan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pada 50 responden. Data dianalisis secara deskriptif dan frekuensi kemudian dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) berusia lebih dari 25 tahun, memiliki masa kerja lebih dari 5 tahun, dan tingkat pendidikan didominasi lulusan Sekolah Dasar. Tingkat kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berada pada kategori tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,352 (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Nilai p-value = 0,017 (p < 0,05) menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara masa kerja dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta nilai p-value = 0,046 (p < 0,05) menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dengan masa kerja lebih lama dan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung lebih patuh dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang layak, serta pelatihan keselamatan kerja berkelanjutan untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja.
Reduksi Dimensi Kompetensi SDM Sistem Inaportnet dengan Analisis Multivariat di Pelabuhan Tanjung Perak Anjar Pamungkas; Ariyono Setiawan; Shofa D. Robbi
Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim Vol. 5 No. 3 (2026): Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/ocean.v5i3.5068

Abstract

This study examines the human resource (HR) competency structure regarding the use of the Inaportnet system at Tanjung Perak Port, Indonesia a major port currently undergoing an acceleration in the digitalization of vessel and cargo services. Grounded in a capability-based digital governance framework, the study aims to map key HR competency clusters using a multivariate approach. We applied Principal Component Analysis (PCA) and K-Means Clustering to questionnaire data from 100 respondents, utilizing 32 Likert-scale indicators. Notably, four principal components accounted for 86.5% of the total data variance, with the highest loadings observed in system understanding (λ = 22.0), digital responsiveness (λ = 2.7), and performance alignment (λ = 1.8). Clustering results indicate that 62% of respondents fall into the high-competency cluster, while 23% require further training particularly regarding issue resolution and evaluative feedback. These findings highlight a potential gap between digital system adoption and strategic HR development. The study contributes to strengthening competency-based training design and refining the theory of digital port governance in Southeast Asia.