Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI KUALITAS AKTIVATOR MAGGOT BSF DALAM KOMPOS TAKAKURA TERHADAP TANAMAN CABAI Astika, Mega
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43291

Abstract

Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah didefinisikan sebagai sisa-sisa padat dari proses alam dan/atau kegiatan manusia sehari-hari. Pengolahan sampah menjadi alternatif dalam penanganan sampah salah satunya dengan pembuatan kompos takakura dengan menggunakan bioaktivator maggot BSF (Black Soldier Fly) karena mampu mengurai limbah organik selama 12-13 hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas parameter fisik seperti suhu, pH, kelembaban, bau, warna dan tekstur kompos takakura dan pertumbuhan tanaman cabai antara kompos starter maggot dengan kompos tanpa starter. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimental untuk membandingkan kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan dalam waktu 30 hari untuk pengomposan dan 25 hari untuk uji coba ke tanaman cabai. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua sampah organik yang digunakan untuk pengomposan, sedangkan sampel yang digunakan yaitu sampah organik yang didapatkan dari Pasar Tempurejo dan Pasar Manyar Kota Surabaya. Instrumen yang digunakan yaitu soil meter untuk mengukur pH dan kelembapan, termometer untuk mengukur suhu, dan penggaris untuk mengukur panjang batang tanaman cabai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos dengan starter maggot sudah memenuhi stardar SNI 19-7030-2004 terkait suhu, kelembapan, pH, bau, tekstur, dan warna. Sedangkan, untuk pertumbuhan tinggi dan jumlah daun pada tanaman cabai lebih cepat pada media tanam kompos dengan starter maggot. Sehingga berdasarkan parameter fisik dan uji coba pada tanaman kompos dengan starter maggot lebih baik dari kompos tanpa starter. Selain itu, proses dekomposisi sampah organik juga lebih cepat pada kompos dengan starter maggot