Obesitas merupakan kondisi yang menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes. Prevalensi obesitas terus meningkat secara global, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dan beberapa jenis kanker. Salah satu indikator penting dalam mendeteksi potensi komplikasi akibat obesitas adalah profil lipid, yang mencerminkan kondisi metabolisme lemak dalam tubuh. Ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi, terutama akibat pola makan tinggi lemak dan karbohidrat sederhana, berkontribusi besar terhadap peningkatan kadar lemak tubuh dan gangguan metabolik. Dalam upaya menurunkan risiko tersebut, asam ferulat menjadi salah satu senyawa yang potensial digunakan sebagai intervensi. Asam ferulat diketahui memiliki berbagai sifat biologis, seperti antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antialergi, yang diyakini dapat membantu mengatasi dampak negatif obesitas. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka atau literature review dengan mengakses artikel dari database PubMed. Berdasarkan hasil tinjauan, ditemukan bahwa suplementasi asam ferulat dapat menurunkan kadar lipid darah, mengurangi stres oksidatif, dan menekan respon inflamasi yang berlebihan. Dengan demikian, asam ferulat menunjukkan potensi sebagai agen terapeutik yang dapat mengurangi risiko penyakit kronik akibat obesitas. Namun, meskipun hasil ini menjanjikan, diperlukan penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis pada manusia, untuk memastikan efektivitas dan keamanannya dalam jangka panjang. Kesimpulannya, asam ferulat berpotensi menjadi pilihan dalam strategi pencegahan dan pengelolaan komplikasi terkait obesitas.