Helwandi, Islami Rizka
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN PAPARAN AMONIA DI SUNGAI X KOTA SURABAYA Helwandi, Islami Rizka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45047

Abstract

Di Kota Surabaya, sekitar 95% air baku berasal dari sungai yang berada di Kota Surabaya, salah satunya yaitu Sungai X. Sungai X rentan tercemar karena terletak pada sekitar kawasan industri, peternakan dan pertanian. Dimana selain digunakan sebagai sumber PDAM, Sungai X juga digunakan oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sungai yang tercemar limbah berpotensi tinggi mengandung berbagai senyawa kimia, termasuk amonia. Paparan amonia pada manusia dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius jika terjadi dalam kurun waktu yang lama dan dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat risiko pajanan amonia terhadap kesehatan masyarakat. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan. Sampel diperoleh dari satu titik Sungai X yaitu pada bagian hulu sungai yang menjadi titik awal pembuangan limbah. Kadar amonia di dalam air dianalisis secara spektrofotometri oleh Laboratorium Manajemen Kualitas Lingkungan Departemen Teknik Lingkungan FTSPK ITS, kemudian dibandingkan dengan baku mutu air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Analisis untuk memprediksi besar risiko kontaminasi amonia pada manusia menggunakan metode Public Health Assesment (PHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar amonia di Sungai X Kota Surabaya melebihi nilai ambang batas dan nilai RQ lebih dari 1. Artinya, Sungai X memiliki kandungan amonia yang berisiko negatif bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan manajemen risiko oleh masyarakat dan stakeholder terkait untuk mengendalikan agen risiko, pengukuran kadar amonia secara rutin, dan mengurangi konsumsi air sungai oleh masyarakat untuk menghindari pajanan amonia melalui ingesti.