Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SHIVERING PASCA SPINAL : PERAN LAMA OPERASI DAN INDEKS MASSA TUBUH Sabilah, Sal; Nadzmuhawa, Bunga; Anugrah, Anas Kiki; Sianipar, Lido
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45225

Abstract

Anestesi spinal merupakan teknik anestesi regional dengan penyuntikan anestetik lokal ke dalam cairan serebrospinal di ruang subaraknoid pada vertebra L2–L4. Prosedur ini dapat mengganggu mekanisme pengaturan suhu tubuh, menyebabkan penurunan suhu inti sekitar 0,6°C yang berujung pada shivering. Shivering pasca spinal anestesi cukup sering terjadi, dengan insiden sekitar 65%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi operasi dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian shivering pada pasien pasca spinal anestesi di Recovery Room RSUD Kabupaten Bekasi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross-sectional dan menggunakan teknik purposive sampling terhadap 40 responden. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Terdapat 85% pasien dengan durasi operasi lebih lama mengalami shivering derajat 4, dan 70% pasien dengan IMT rendah mengalami shivering. Ditemukan hubungan signifikan antara IMT dan kejadian shivering (p = 0,001), namun tidak ada hubungan bermakna antara durasi operasi dan shivering (p = 0,48). Terdapat hubungan antara IMT dan kejadian shivering, namun tidak dengan durasi operasi, oleh karena itu pentingnya pemantauan suhu dan intervensi pemanasan aktif perlu diberikan pada pasien dengan IMT rendah untuk mencegah shivering.
HUBUNGAN IMT DAN ASA DENGAN LAMA PULIH SADAR PASIEN ANESTESI UMUM Saputra, Dedy; Navilah, Aan; Anugrah, Anas Kiki; Sianipar, Lido
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46041

Abstract

Waktu pulih sadar pasien setelah anestesi umum merupakan suatu kondisi menandai kembalinya kesadaran penuh, fungsi neuromuskular, serta refleks pelindung jalan napas pada pasien. Meskipun demikian, keterlambatan dalam pemulihan kesadaran atau delayed emergence masih sering dijumpai. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kejadian ini terjadi pada sekitar 9% hingga 10% pasien yang menjalani anestesi umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan status fisik ASA dengan waktu pulih sadar pada pasien yang menjalani anestesi umum di RS Amanda Cikarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk mengevaluasi hubungan antara variabel independen (IMT dan status fisik ASA) dan variabel dependen, yaitu waktu Pulih sadar pasca-anestesi umum pada pasien bedah mayor di RS Amanda Cikarang. Analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,018 (p<0,05). Hasil ini mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan waktu Pulih Sadar pada pasien di RS Amanda Cikarang. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan status fisik ASA dengan durasi waktu pulih sadar pada pasien pasca anestesi umum. Pasien dengan IMT kategori obesitas dan status ASA II cenderung mengalami waktu pulih sadar yang lebih lama. Oleh karena itu, evaluasi praoperatif yang cermat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pemulihan pasien.
Penguatan Kesiapsiagaan dan Dukungan Kesehatan Masyarakat Melalui Aksi Peduli Banjir Bekasi, Jawa Barat Ismoyowati, Tri Wahyuni; Sianipar, Lido; Fadli, Muhamad Arief; Salomo, Sahat Tumpal; Agus, Henry; Susanti, Neng Imas
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/90vv0j92

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di wilayah Bekasi akibat curah hujan tinggi, drainase yang kurang optimal, serta perubahan tata guna lahan. Dampak banjir tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga memengaruhi kesehatan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan bantuan tanggap darurat berupa layanan kesehatan, distribusi logistik, edukasi kesehatan, dan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak banjir di Perum Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, perawatan luka, pemberian sembako, distribusi pakaian layak pakai, serta kegiatan edukatif dan permainan bagi anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pencegahan penyakit pasca-banjir, terpenuhinya kebutuhan dasar, serta dukungan pemulihan bagi kelompok rentan. Kegiatan ini juga memperkuat solidaritas sosial antara perguruan tinggi, relawan, dan masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan infrastruktur, pelatihan kesiapsiagaan, serta inovasi teknologi mitigasi bencana.
THE Efektivitas Edukasi Diet DASH Terhadap Perilaku Diet Pasien Diabetes Melitus Ismoyowati, Tri Wahyuni; Fadli, Muhamad Arief; Sianipar, Lido
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.371

Abstract

Perilaku makan memiliki peran penting dalam menentukan status gizi penderita diabetes melitus tipe 2. Salah satu strategi dalam pengelolaan diabetes melitus adalah melalui edukasi, yang bertujuan untuk mendorong perubahan positif dalam kebiasaan makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi mengenai modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH terhadap perubahan jenis makanan, jumlah konsumsi, serta frekuensi makan pada penderita diabetes melitus tipe 2 di salah satu Puskesmas di Jawa barat. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, melibatkan 52 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan setelah diberikan edukasi terkait modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH terhadap perubahan jenis makanan (p-value = 0,001 < 0,05), jumlah konsumsi makanan (p-value = 0,000 < 0,05), serta frekuensi makan (p-value = 0,001 < 0,05) pada penderita diabetes melitus tipe 2 di di salah satu Puskesmas di Jawa barat. Kesimpulannya, edukasi mengenai modifikasi diet diabetes melitus dan diet DASH berpengaruh terhadap perubahan perilaku makan penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah tersebut.